Rapid Test Massal di Masjid Jami' Berjalan Lancar, Gubernur Erzaldi : Kita Akan Lakukan di Titik Keramaian Lainnya

diko subadya
Rapid Test Massal di Masjid Jami' Berjalan Lancar, Gubernur Erzaldi : Kita Akan Lakukan di Titik Keramaian Lainnya
Para jamaah masjid jami' dilakukan Rapid test oleh petugas kesehatan pemrintah Provinsi Bangka Belitung, Rabu (13/5) Malam (Babelreview/Fierly)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Pelaksanaan Rapid Test Massal oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah dimulai. 

Sasaran pemeriksaan Rapid test ini untuk pertama kali dilakukan kepada jamaah masjid jami' dan sejumlah pengunjung cafe di Kota PangkalPinang, Rabu (13/5) malam.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan bahwa pelaksanaan Rapid Test Massal yang dilakukan ini berjalan lancar dan hasil rapid test akan diumumkan besok.

" jadi malam hari ini kita baru saja melakukan Rapid Test di masjid jami, tadi kita lihat bersama pelaksanaannya berjalan lancar dan Insyaallah hasilnya akan kita sampaikan besok," katanya kepada awak media, Rabu (13/5) malam.

Erzaldi menuturkan, pelaksanaan Rapid Test ini akan terus dilaksanakan hingga 7 sampai 8 hari kedepan.

Selain di masjid dan cafe, Rapid Test Massal ini juga akan dilakukan di Pasar-pasar.

" rapid test akan terus kita lakukan , selain masjid jami, kita juga lakukan test Rapid di Cafe-cafe. Selanjutnya kita akan lakukan dipasar-pasar, meskipun sebelumnya dipasar sudah dilakukan oleh pemerintah kota Pangkalpinang. Intinya kita akan melakukan Test di titik keramaian yang sulit bagi satgas untuk melakukan himbauan kepada masyarakat untuk jaga jarak, pakai masker dan lain sebagainya itu akan jadi target kita," ujarnya.

Lebih lanjut, Erzaldi mengungkapkan dengan dilakukan Rapid test kepada masyarakat, dari hasil test tersebut akan ketahuan sejauh mana perkembangan Covid-19 ini, sebanyak apa yang reaktif.

Kalau ada yang reaktif, akan di lakukan lagi Rapid Test Vena, kalau masih reaktif, terakhir akan di lakukan test swab.

" dengan langkah-langkah yang kita lakukan itu berujung kepada sasaran yang ingin kita dapat yakni kita ingin tau hasil-hasil zona mana yang sudah terpapar, kalau tidak ada ya Alhamdulillah, Tapi hal ini juga bukan berarti Masyarakat kita biarkan bebas untuk tidak menerapkan protokol Covid-19," ungkapnya.

" untuk penerapan Protokol Covid-19 akan terus kita lakukan, sampai dengan nanti sampai vaksin belum ditemukan akan trus dilakukan ini untuk melindungi masyarakat. kami sangat khawatir sekali melihat masyarakat kita tidak aware dan tidak peduli jaga jaraknya, untuk itu kami tetap menghimbau untuk tidak beribadah dimasjid dulu, tapi kalau memaksa tolong jaga jaraknya," pungkas Erzaldi.(BBR)


Laporan Diko Subadya

Sumber Babelreview