Ratusan Mahasiswa Babel Ikut Training Legislatif di DPRD Babel

kasmirudin
Ratusan Mahasiswa Babel Ikut Training Legislatif di DPRD Babel
Ratusan mahasiswa mengikuti Seminar Training Legislatif yang diselenggarakan di Gedung DPRD Bangka Belitung, Rabu (2/10/2019). (Foto: Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Ruang Rapat Paripurna DRPD Bangka Belitung kembali diduduki ratusan mahasiswa. Namun kali ini bukan karena hendak demo seperti beberapa waktu yang lalu, melainkan menjadi tempat Seminar Training Legislatif yang diselenggarakan Rabu (2/10/2019).

Training Legislatif ini diselenggarakan atas inisiasi Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), yang diikuti sedikitnya 5 perwakilan kampus yang ada di Provinsi Babel diantaranya UBB, IAIN SAS Babel, Pertiba, Stisipol Pahlawan 12 Babel, dan Polman.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Nastazia Elvita Sari mengatakan kegiatan training ini dilaksanakan terutama bagi teman-teman mahasiswa yang mengikuti kegiatan organisasi yang ada di kampus. Tujuannya yakni memahami fungsi dan tugas legislatif di kampus.

"Sesuai tema yang kita angkat yakni "Optimalisasi peran dan fungsi lembaga legislatif menuju parlemen kampus yang berintegritas", kami menginginkan kawan-kawan mahasiswa terutama anggota dewan legislatif atau pun mereka yang tergabung didalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lebih mengetahui lagi fungsi dan tugas legislatif di kampus termasuk lembaga legislatif di tingkat negara dalam hal ini DPR/DPRD," katanya.

Mahasiswi Fisip UBB ini menerangkan, kegiatan ini juga sekaligus persiapan pembekalan bagi pelaksanaan pengkaderan yang akan selalu dilakukan di masing-masing kampus.

"Kita juga akan melakukan pengkaderan, tentunya jadi ini bisa jadi salah satu langkah awal bagi kader-kader untuk mengetahui seputar fungsi dan tugas legislatif itu sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya yang juga sebagai narasumber pada seminar tersebut menyebutkan intinya di lembaga legislatif ini ada dua permasalahan yakni masalah pertama bicara soal produk hukum dan yang kedua menyampaikan aspirasi masyarakat.

"Jadi yang namanya legislatif ini tugasnya adalah bicara. Maka saya heran banyak para legislatif yang enggan bicara ke media, padahal tugas legislatif ini ya bicara, bicara, bicara. Ini dalam kontelektual filosofisnya itu," katanya.

Dia menerangkan, untuk di Indonesia ada tiga dasar hukum, yang pertama UU No. 23 tahun 2014 tentang Otonomi Daerah. Hamper setiap pasal, hampir setiap ayat membicarakan yang namanya tentang badan legislatif maupun eksekutif. Kemudian diperketat dengan teknisnya, yakni dasar hukum yang kedua adalah UU No. 17 tahun 2014 tentang UU MD3, UU ini lah tentang susunan kedudukan MPR, DPR, DPD RI, DPRD Provinsi, kabupaten dan kota, Untuk menindaklanjuti UU No. 17 tahun 2014, maka ada yang namanya PP No. 12 tahun 2018 tentang dasar hukum untuk pembuatan tatib, di tatib ini lah pedoman DPRD kerja.

"Jika anggota DPRD tidak mau belajar tatib, tidak membaca tatib, maka ini bahaya. Karena pokok dasar hukum DPRD bekerja adalah tatib, jadi teknisnya itu tatib. Maka wajib bagi DPRD untuk mempelajari mempedomani tatib," terangnya.

Seminar Training Legislatif ini akan berlangsung selama dua hari yakni tanggal 2 Sampai 3 Oktober 2019.

Narasumber pada hari pertama seminar tersebut yakni Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, Fadhillah Sabri, Kemenkumham Babel dan Adhiyos Permana.

Sementara di hari kedua akan diselenggarakan Talkshow mengenai "Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia 21 tahun pasca reformasi". Adapun Narasumber pada Talkshow tersebut yakni Prof. Saifuddin Al Mughni dan Sugiantoso. (BBR)


Penulis  : Ibnu 

Editor    : Kasmir

Sumber : Babel Review