PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID — Ratusan nelayan dari Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, mendatangi Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (4/5/2026) siang.
Kedatangan para nelayan tersebut disambut langsung oleh Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, di ruang Badan Musyawarah (Banmus). Dalam pertemuan itu, para nelayan mengadukan kondisi mereka yang semakin terhimpit akibat aktivitas tambang laut yang dilakukan oleh mitra PT Timah.
Salah satu nelayan, Hardi, mengungkapkan bahwa sejak adanya aktivitas tambang di perairan Tanjung Niur, jarak tempuh melaut menjadi semakin jauh. Jika sebelumnya mereka hanya membutuhkan 2–3 liter bahan bakar minyak (BBM) untuk mencapai lokasi penangkapan ikan, kini harus menghabiskan hingga 7 liter.
“Sekarang kami harus melaut lebih jauh, otomatis biaya BBM juga meningkat,” ujarnya.
Selain itu, nelayan juga mengeluhkan keberadaan tali ponton tambang timah yang kerap tersangkut dan mengenai baling-baling (kipas) mesin perahu mereka. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas melaut dan membahayakan keselamatan.
Tak hanya itu, mereka juga menyoroti dampak limbah dan sampah dari aktivitas tambang yang dinilai merusak ekosistem laut dan menurunkan hasil tangkapan ikan.
Atas berbagai persoalan tersebut, nelayan Desa Tanjung Niur meminta agar PT Timah menghentikan aktivitas penambangan di wilayah tersebut.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya meminta PT Timah beserta mitranya untuk segera menghentikan aktivitas tambang di lokasi tersebut.
“Berdasarkan keterangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas ESDM Babel, wilayah itu merupakan zona tangkap nelayan dan sudah diatur dalam Perda. Maka saya minta PT Timah dan mitranya untuk segera meninggalkan lokasi tersebut sejak RDP ini selesai,” tegas Didit.
Ia juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama dinas terkait untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan pengawasan, memberikan advokasi kepada masyarakat, serta meminimalisir potensi konflik dan gangguan keamanan.
Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan PT Timah dan mitranya, Camat Tempilang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Niur, serta Sekretaris Desa Tanjung Niur. Hadir pula anggota DPRD Babel dari daerah pemilihan Bangka Barat, yakni Johny Virgio dan Heriyawandi, serta dr. Zahril dari Komisi III DPRD Babel.










