Ratusan Nelayan Tuntut Polres Bangka Hentikan Penyidikan Delapan Nelayan Kasus Penganiayaan

Ibnuwasisto
Ratusan Nelayan Tuntut Polres Bangka Hentikan Penyidikan Delapan Nelayan Kasus Penganiayaan
Kabag Ops Polres Bangka, Faisal Fatsey saat menerima aksi para nelayan di depan Polres Bamgka, Jum'at (13/3/2020). (Foto.Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Aksi demo yang dilakukan oleh sekitar 100 nelayan yang berasal dari nelayan Matras, Bendeng Ake dan Air Anti di depan Kantor Polres Bangka berjalan dengan kondusif, Jum'at (13/3/2020).

Massa yang tergabung dari beberapa lingkungan nelayan ini datang dengan membawa tuntutan penghentian proses penyidikan rekannya sebanyak 8 oleh pihak Polres Bangka karena kasus pemukulan terhadap warga Matras yang pro KIP (Rudi, red) yang rencananya KIP tersebut akan beroperasi di perairan Pantai Matras.

Dalam aksi tersebut, para demonstran diterima langsung oleh Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Faisal Fatsey didampingi Kasat Sabhara Polres Bangka, AKP Robin Simanjuntak dan anggota polisi lainnya.

Nelayan dari Air Anti, Ngikiw mengatakan jika pihak masyarakat nelayan yang kontra dengan KIP sudah melakukan damai dengan masyarakat nelayan yang pro KIP. Ia menegaskan dengan kedatangannya rombongan ke Kantor Polres Bangka meminta agar pihak Pihak Polres Bangka menghentikan penyidikan terhadap 8 orang warga matras atas kasus penganiayaan.

"Dan kami meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan penangkapan lagi. Dan jika masih ada penangkapan lagi terhadap warga yang kontra KIP dari pihak kepolisian maka kita semua minta juga untuk dihukum semua. Dan jika pihak Polres Bangka masih melanjutkan penyidikan ini, kami juga menuntut semuanya juga diproses termasuk orang pro KIP yang waktu itu mengacung-acungkan parang kepada warga yang kontra KIP," ujarnya.

Dan Juliadi yang juga salah satu tokoh nelayan warga Air Antu saat berorasi menyampaikan bahwa pihak Polres Bangka jangan hanya memproses secara sepihak saja.

"Sebelum ada kejadian pemukulan itu, ada provokasi dari pihak yang pro KIP dengan mengacung-acungkan parang, jika pihak kepolisian tetap melanjutkan penyidikan ini maka kami semua siap untuk di periksa juga," tuturnya.

Sementara itu Kabag Ops Polres Bangka, Faisal Fatsey pada kesempatan tersebut menghimbau agar massa aksi unjuk rasa tidak mengganggu aktivitas arus lalu lintas.

"Saya berharap semua yang hadir saat ini dapat menghargai jalannya proses hukum yang sedang dilakukan," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review