Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Basel Berbagi dengan Anak Yatim

SUASANA penuh keceriaan menyelimuti Kawasan Simpang Lima Toboali saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Bangka Selatan. Bupati Riza Herdavid hadir untuk berbagi kebahagiaan dengan 250 anak yatim, momen yang menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-40, Rabu (10/9/2025) sore.

Acara ini juga dihadiri unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Hefi Nuranda, jajaran asisten, staf ahli, kepala OPD, serta para tamu undangan. Anak-anak yang hadir disambut dengan hangat oleh Riza yang ikut merasakan keceriaan mereka.

Riza, sapaan akrab Bupati, menjelaskan peringatan ini bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah. Tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai luhur beliau yaitu cinta, kasih sayang, kepedulian, dan pengorbanan.

“Rasulullah lahir sebagai anak yatim dan dari perjalanan itu tumbuhlah cinta yang luas kepada sesama terutama mereka yang lemah dan tak berdaya,” kata Riza.

Riza menambahkan santunan kepada anak yatim adalah wujud nyata kepedulian sosial sekaligus bagian dari ajaran Rasulullah SAW.

“Anak-anakku sekalian, kalian tidak sendiri. Masih banyak hati yang peduli. Masa depan kalian tetap cerah selama kalian terus semangat, sabar, berdoa, dan berusaha. Anak yatim adalah anak kita bersama,” jelas Riza.

Riza juga mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam suasana Maulid ini, mari kita bercermin. Sudahkah kita mengikuti akhlak Rasulullah? Sudahkah kita menjadi rahmat bagi lingkungan sekitar sebagaimana Nabi adalah rahmatan lil alamin,” imbuhnya.

Selain santunan, anak-anak diajak menikmati berbagai wahana permainan seperti bianglala, rainbow slide, dan gokar. Tawa riang mereka menjadi bukti bahwa momen ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga pengingat tentang kepedulian dan kasih sayang.

Riza berharap peringatan Maulid ini menjadi pengingat sekaligus titik awal bagi masyarakat Bangka Selatan untuk meneladani akhlak Rasulullah dan memperkuat semangat kepedulian serta gotong royong.

“Semoga kebahagiaan dan kebaikan yang ditanam hari ini bisa tumbuh menjadi generasi yang peduli dan penuh kasih,” tutur Riza.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *