Realisasi Penerimaan Bea Cukai Babel Lampaui Target Hingga 203 Persen

Irwan
Realisasi Penerimaan Bea Cukai Babel Lampaui Target Hingga 203 Persen

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pangkalpinang mencatat penerimaan dari bea masuk dan keluar serta cukai pada tahun 2020 mencapai Rp10,6 miliar atau 203,85% dari target yang ditetapkan sebesar Rp5,2 miliar.

Plh kepala KPPBC pangkalpinang, Arief Ferdiansyah mengatakan angka tersebut dicapai selain karena adanya peningkatan bea masuk dan keluar. Ini juga tak lepas dari berbagai upaya penindakan yang dilakukan oleh KPPBC sehingga dapat mengamankan potensi kerugian negara.

" Kalau untuk tahun 2020 memang ada peningkatan bea masuk dan bea keluar, lalu juga di tambah dari hasil penindakan kepabeban dan cukai," katanya kepada awak media, Selasa (19/1/2021))

Arief menjelaskan, sepanjang tahun 2020 pihaknya telah melakukan 60 kali penindakan dan berhasil mengamankan potensi kerugian negara sampai Rp1,879 miliar dengan rincian 6 Penindakan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor dengan hasil penindakan seberat 4018,2 gram dan 1.505 butir NPP.

Selain itu pihaknya juga berhasil melakukan Penindakan Hasil Tembakau dengan hasil penindakan sebanyak 230.072 bungkus (4.601.440 batang), dan 4 Penindakan Minuman Mengandung Etil Alkohol sejumlah 2.851 botol (1.325.080 ml).

"Penindakan lainnya adalah 1 Penindakan Nota Hasil Intelijen serta 2 Penindakan Pelanggaran Impor. KPPBC Tanjung Pandan juga berperan aktif dalam 34 penindakan dengan rincian 21 Penindakan Rokok Ilegal, 5 Penindakan Vape, 2 Penindakan Cerutu, dan 6 Penindakan Tembakau Iris dengan total potensi kerugian negara berjumlah Rp5,5 juta," ungkapnya.

Dirinya menambahkan untuk pencapaian di tahun 2021, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap ekspor dan impor, serta juga peningkatan dibidang penindakan. Tak hanya itu, Ia mengatakan pihaknya juga siap untuk turut membantu para UMKM di Babel yang ingin melakukan ekspor .

"Kami juga ikut dalam membantu UMKM bagaimana agar mereka bisa ekpsor. tahun lalu kami membantu ekspor Lidi Nipah dan cangkang Sawit jadi, kami bantu proses mereka untuk bisa ekepsor, karena ini salah satu faktor meningkatnya penerimaan kita pada tahun 2020," tuturnya. (BBR)

Laporan: Diko

Editor: Irwan