Regulasi Menentukan Nilai Ekspor Timah

Admin
Regulasi Menentukan Nilai Ekspor Timah
Ilustrasi Foto: (Net/ist)

BABELREVIEW -- SEKRETARIS  Perusahaan, Amin Haris Sugiarto, melalui Kabid Humas PT Timah Tbk Anggi Siahaan menjelaskan bahwa nilai ekspor timah memang sangat dipengaruhi oleh regulasi yang berlaku. “Regulasi menjadi salah satu faktor penting dalam melakukan ekspor. Namun peningkatan ekspor juga tergantung pada hasil produksi, harga dan permintaan pasar logam timah dunia,” ujarnya.

Ia Mengatakan Untuk Ekspor triwulan I 2018 sebesar 3.885 Mton, dan ekspor periode yang sama tahun 2017 sebesar 6.235 Mton, jika dibandingkan memang lebih rendah. Namun upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sejumlah usaha terus dilakukan korporasi dalam menjalani kinerja 2018 untuk mencapai performa yang diinginkan.

Beberapa diantaranya;

  1. Meningkatkan confident level cadangan. Melakukan reengineering teknologi dan peningkatan produktivitas peralatan operasi
  2. Meningkatkan sinergi dan kinerja operasi Anak Perusahaan.
  3. Mengoptimalkan asset potensial.
  4. Efisiensi biaya di seluruh rantai bisnis.
  5. Meningkatkan kapabilitas SDM di penambangan.

Anggi menjelaskan PT Timah Tbk  terus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat Babel, melalui program binaan dan CSRnya. “Kegiatan PT TIMAH Tbk selalu berupaya mengedepankan manfaat bagi masyarakat baik melalui pajak, royalti, CSR hingga memberikan nilai tambah baik bagi stakeholder maupun shareholder sesuai misi perusahaan,” tambah Anggi.

Sebelumnya, PT TIMAH Tbk selaku anggota Holding BUMN Industri Pertambangan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pada pertemuan tersebut dipaparkan tahun 2017, PT TIMAH berhasil meningkatkan kinerja yang ditandai dengan peningkatan laba bersih akhir periode sebesar 99% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 502 miliar.

Disampaikan Direktur Utama PT TIMAH Tbk M Riza Pahlevi Tabrani, bahwa hal tersebut tidak lepas dari strategi yang telah disusun pada tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara konsisten. “Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kinerja keuangan maupun kinerja operasi,” katanya. Selama tahun 2017 Perseroan telah melakukan pembelanjaan modal (capital expenditure) sebesar Rp779,81 miliar, dimana dana tersebut dialokasikan untuk pembesaran kapasitas pada mesin dan instalasi, sarana pendukung produksi, rekondisi dan replacement serta pembangunan teknologi fuming yang digunakan untuk meningkatkan kadar bijih timah dan sekaligus mengelola persediaan bijih timah dengan kadar rendah.

“Dari belanja modal tersebut PT TIMAH telah berhasil meningkatkan volume produksi bijih timah sebesar 29,26% dari 24,121 ton pada akhir tahun 2016 menjadi 31,178 ton pada akhir tahun 2017,” jelasnya. Selain itu pencapain tersebut juga tak lepas dari beberapa langkah yang diambil PT Timah, dimana pada 7 Agustus 2017 lalu telah dilakukan penandatanganan kerjasama eksploitasi timah di Nigeria dengan Topwide Ventures Limited.

Sebagai implementasi strategi ekspansi internasional bisnis timah dan menambah potensi jumlah sumber daya dan cadangan. Kemudian diikuti penandatanganan kerjasama strategis dengan Yunnan Tin Group pada 14 September 2017. Guna mengimplementasi strategi pengembangan dan pemasaran bisnis hilir timah  pada 28 September 2017 lalu ada penerbitan Obligasi dan Sukuk ljarah Tahap I sebesar Rp1,5 triliun. Bertujuan implementasi strategi pembiayaan perusahaan yang efektif dan efisien. (BBR)


Penulis : Diko
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview