Reses di Desa Jeruk, Me Hoa Soroti Krisis Lahan Pemakaman, Pendidikan Mahal hingga BPJS Gratis Terpangkas

BANGKA BELITUNG, BABELREVIEW.CO.ID — Persoalan krisis lahan pemakaman, akses pendidikan yang kian berat, hingga layanan kesehatan BPJS gratis menjadi sorotan utama dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Me Hoa, S.H., M.H, di Desa Jeruk, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat sore (16/01/2026).

Reses yang digelar di Kantor Desa Jeruk tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan nyata yang selama ini dirasakan langsung di lapangan. Aspirasi warga mengalir deras, mulai dari kebutuhan dasar hingga persoalan sosial lintas agama.

Bacaan Lainnya

Salah satu isu paling mendesak yang disuarakan warga adalah keterbatasan lahan pemakaman di RT 9 Desa Jeruk. Warga menyebut kondisi semakin memprihatinkan karena Desa Jeruk tidak hanya menjadi tempat pemakaman warga Bangka Tengah, tetapi juga warga dari luar daerah dan lintas agama.

“Lahan pemakaman kami sudah sangat terbatas, sementara aturan semakin ketat. Ironisnya, izin perumahan cepat keluar, tapi lahan pemakaman untuk semua agama seperti diabaikan,” keluh warga.

Menanggapi hal tersebut, Me Hoa menegaskan bahwa negara tidak boleh abai terhadap hak dasar masyarakat, termasuk ketersediaan lahan pemakaman yang layak dan inklusif.

“Desa Jeruk ini unik, multikultural dan multiagama. Pemerintah daerah harus hadir dan memikirkan solusi jangka panjang. Jangan sampai kebutuhan paling mendasar masyarakat terpinggirkan,” tegas Me Hoa.

Di sektor kesehatan, warga juga mengeluhkan masih adanya masyarakat yang kehilangan akses BPJS gratis, padahal program tersebut sangat vital bagi kelompok rentan, terutama lansia. Menanggapi hal ini, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Babel menegaskan bahwa Pemprov Babel tetap mempertahankan UHC Prioritas di seluruh kabupaten/kota.

“Bagi warga yang belum ter-cover BPJS, silakan segera melapor. Tahun 2026 ini ada sekitar 90 ribu jiwa yang dicover, termasuk 11.333 jiwa di Bangka Tengah,” jelas pihak Dinkes.

Selain layanan JKN, Pemprov Babel juga berencana membangun satu rumah sakit baru yang ditargetkan beroperasi paling lambat tahun 2029, serta membuka layanan laboratorium kesehatan klinis, termasuk pemeriksaan darah, tiroid, kanker, hingga kemoterapi. Masyarakat juga didorong memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Sementara di bidang pendidikan, banyak orangtua mengaku kesulitan membiayai anak-anak mereka yang duduk di bangku SMA kelas X hingga XII. Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Babel menyampaikan bahwa tersedia skema beasiswa melalui PIP dan Lazismu yang mekanismenya dapat dikonsultasikan langsung ke pihak sekolah.

Tak hanya itu, Me Hoa juga menyampaikan komitmennya mendorong peningkatan infrastruktur dasar. Melalui koordinasi dengan Dinas PUPR Babel, dianggarkan Rp1 miliar untuk pengaspalan jalan menuju SMA dan kawasan kolam renang aquatic. Selain itu, Me Hoa juga mengalokasikan Rp80 juta dari Pokok Pikiran (Pokir) untuk mendukung peralatan olahraga dan kesenian Barongsai di Desa Jeruk.

Dalam forum tersebut, warga lanjut usia juga berharap adanya bantuan program BLT, rehabilitasi masjid di RT 1, serta perbaikan jalan-jalan lingkungan dan gang permukiman.

Menutup reses, Me Hoa menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan dikawal dan diperjuangkan di tingkat provinsi.

“Sebagai wakil rakyat, tugas saya memastikan suara masyarakat tidak berhenti di forum ini. Kita ingin Bangka Tengah maju, adil, dan berpihak pada kebutuhan riil masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *