Respons Cepat Pemda: Wabup Bateng dan Camat Koba Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Padang Mulia

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID-Camat Koba Ema Febriyarti, S.STP., M.M. bersama Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda turun langsung ke lokasi banjir di RT 20 Sinar Laut, Kelurahan Padang Mulia. Rabu (10/12/2025).

Kunjungan tersebut menyasar sedikitnya 20 rumah warga yang terendam banjir dan dirangkai dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada masyarakat terdampak.

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah bertujuan memastikan kondisi warga sekaligus memberikan bantuan langsung sebagai bentuk empati dan tanggung jawab pemerintah.

“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak serta memastikan bantuan segera diterima. Ini adalah respon awal, dan ke depan persoalan banjir di kawasan ini akan kami bahas lebih lanjut untuk dicarikan solusi yang lebih permanen,” ujar Efrianda.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk mengevaluasi sistem drainase dan faktor-faktor penyebab banjir yang terus berulang di wilayah tersebut.

Sementara itu, Camat Koba Ema Febriyarti mengatakan bahwa pihak kecamatan sejak awal telah melakukan pemantauan dan koordinasi dengan aparat kelurahan serta RT setempat begitu banjir terjadi.

“Kami di tingkat kecamatan bergerak cepat melakukan pendataan rumah terdampak dan kebutuhan warga. Kehadiran Wakil Bupati hari ini menjadi penguat bahwa keluhan masyarakat benar-benar diperhatikan, khususnya terkait banjir yang sifatnya berulang,” kata Ema.

Menurut Ema, banjir di RT 20 Sinar Laut membutuhkan penanganan lintas sektor karena tidak hanya dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, tetapi juga kondisi lingkungan dan sistem aliran air yang belum optimal.

Sebelumnya, Ketua RT 20 Sinar Laut, Melinda Aquaristi, mengungkapkan bahwa banjir telah terjadi sejak Jumat lalu akibat hujan deras. Ia menegaskan, banjir di wilayah tersebut bukan pertama kali terjadi.

“Banjir seperti ini sudah terjadi sejak tahun 2015, dan yang paling parah pada 2016. Hampir setiap musim hujan, warga di sini selalu waswas,” ungkap Melinda.

Pemerintah daerah memastikan akan menindaklanjuti kondisi tersebut dengan kajian teknis lebih lanjut, agar penanganan banjir di RT 20 Sinar Laut tidak sebatas bersifat darurat, tetapi mampu memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *