Resto di Rumah Kapiten Lay

Admin
Resto di Rumah Kapiten Lay
FOTO :( FERLY ADITYA )

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW -- Masyarakat tentunya bertanya-tanya dengan keberadaan resto La Terase. Resto yang terletak di Kampung Katak atau sebelah Kantor BNI Pangkalpinang ini, sepintas hanya berupa bangunan rumah Tionghoa tempo dulu.

 Namun begitu pengunjung masuk ke dalam resto, akan merasakan nuansa  yang berbeda. Pengunjung akan merasakan nuansa sejarah peninggalan keluarga marga Lay. Resto La Terase ini terhubung langsung dengan Swiss Bel Internasional Hotel. Pengelola Resto La Terase, Hongky Liestiady mengatakan bahwa  “La Terase” berasal dari Bahasa Bangka yang berarti “sudah terasa”. Banyak orang bilang itu Bahasa Prancis atau Italia.

 “Konsep resto ini melestarikan bangunan tempo dulu. Dengan melestarikan bangunan bersejarah, kita mendapatkan nilai tambah. Sehingga pengunjung bisa tahu tentang sejarah rumah marga Lay,” papar Hongky. Selain itu, resto La Terase ini menampilkan galeri yang isinya peninggalan benda-benda bersejarah era tahun 1860-an dari lima generasi marga Lay, yang generasi keduanya adalah Kapiten Tionghoa di Pangkalpinang yaitu Lay Nam Shen atau Kapiten Lay.

Menurut Hongky, dari benda-benda bersejarah itu masyarakat setidak-tidaknya dapat melihat perjalanan zaman Kota Pangkalpinang. Di resto ini terdapat mesin cuci yang diproduksi pada tahun 1930-an. Ini membuktikan pada 1945 masa Indonesia sudah merdeka, listrik sudah ada di Pulau Bangka.

Kapiten Lay menjadi penghubung kebutuhan pemerintah Belanda dengan masyarakat Pangkalpinang. Di tengah-tengah resto terdapat sumur tua yang disebut “Sumur Cinta Abadi” yang digali pada tahun 1860-an dengan kedalaman 10 meter.

Di sisi dalam resto terpajang sepeda ontel, foto-foto keluarga tempo dulu serta barang-barang antik peninggalan marga Lay. “Resto ini akan dikelola oleh managemen Swiss Bel Hotel dengan standar internasional, tetapi tidak menghilangkan sisi sejarahnya. Resto ini terbuka untuk umum, tidak hanya diperuntukan bagi tamu hotel,” imbuhnya. Hongky menambahkan, Resto La Terase ini selain menyajikan menu-menu masa kini, juga menyediakan makanan tradisional Bangka dan makanan peranakan (keturunan) atau makanan yang biasa disajikan dalam keluarga. Harga di Resto La Terase cukup murah, mulai dari Rp 30 ribu dan minuman berkisar Rp15.000 – Rp 45.000 ribu. (BBR)


Penulis :Kasmir
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview