Reza Saputra Untuk Babel Menuju Ceko

Admin
Reza Saputra Untuk Babel Menuju Ceko
Dok .Pribadi Reza
Dok .Pribadi Reza
Dok .Pribadi Reza
Dok .Pribadi Reza
Dok .Pribadi Reza

REZA Saputra, nama yang  tak asing di kalangan kantor Gubernur Bangka Belitung. Ia adalah seorang humas dan publikasi dekranasda yang baru-baru ini berkesempatan mempromosikan Bangka Belitung pada pameran pariwisata The 27th Central European Tourism Trade Fair “Holiday World” di Praha, Republik Ceko, Eropa timur, pada pertengahan Februari lalu.

Pada pameran tahun ini, Dekranasda Provinsi Bangka Belitung menampilkan performance alat musik tradisional dambus, memperkenalkan warisan budaya Serumpun Sebalai dan mempromosikan destinasi wisata beserta event unggulan Bangka Belitung seperti  MXGP, Sungailiat Triathlon, Selawang Segantang, Heritage Walk, Toboali City on Fire,  Geopark festival, Wonderful Belitung, dan event menarik lainnya.

“Kegiatan promosi pariwisata ini adalah untuk mendukung pencapaian target Pemerintah Bangka Belitung dalam mendatangkan wisatawan mancanegara,” ungkap Reza. Untuk memanfaatkan momentum ini, Dekranasda Provinsi Bangka Belitung fokus menampilkan performance alat musik tradisional dambus sebagai musik penyambut tamu dan wisatawan yang berkunjung.

Keberadaan alat musik dambus ini terbukti dapat menarik minat pengunjung. “Sebagian besar pengunjung pameran menyempatkan diri untuk mengambil photo, melihat dari dekat alat musik dambus tersebut bahkan mencoba request memainkan lagu mancanegara.

Alhasil terjadi kolaborasi musik luar biasa sehingga dapat disimpulkan alat musik dambus ini cocok dimainkan di jenis musik apapun,” ujar Reza. Kunjungan Meningkat Mengutip data Ditjen Imigrasi Indonesia, pada tahun 2016 ada sekitar 17.900 orang warga Ceko yang berkunjung ke Indonesia.

“Terjadi peningkatan sebesar 21 persen dibanding tahun 2015 yang mana saat itu mencapai 14.000 wisatawan yang berkunjung ke Indonesia,” demikian data Ditjen Imigrasi Indonesia, ujar Reza. Menurut informasi dari sejumlah tour operator, durasi rata-rata paket wisata ke Indonesia yang ditawarkan adalah 21 hari.

“Dengan average spending 100 Dollar Amerika per hari, kita tinggal menghitung berapa devisa yang disumbang oleh wisatawan Ceko di Indonesia,” imbuh Reza. Reza meyakini melalui gebrakan Dekranasda Provinsi kepulauan Bangka Belitung yang dipimpin Ibu Hj. Melati Erzaldi ,S.H.

jumlah wisatawan asal Eropa dan negara sekitarnya akan semakin meningkat. “Untuk itu diperlukan kerja sama erat antara KBRI dengan Provinsi Bangka Belitung, dalam hal ini juga melibatkan dukungan penuh dari travel lokal, seniman, UMKM dan masyarakat Babel sekaligus, sehingga kita mampu menarik minat wisatawan untuk datang langsung ke Bangka Belitung,” imbuh Reza.

Reza menggarisbawahi, salah satu tantangan yang sering dikemukakan calon wisatawan Ceko adalah konektivitas dan lelahnya perjalanan yang menempuh waktu penerbangan sekitar 16 jam. “Kami yakinkan saja kepada para pengunjung bahwa rasa lelah pasti langsung hilang ketika duduk di pinggir pantai sambil mencicipi 'Lempah Kuning', kuliner khas Bangka Belitung yang sungguh nikmat rasanya,” pungkas Reza sambil tersenyum.

Terpisah, Ketua Dekranasda Bangka Belitung, Hj.Melati Erzaldi mengajak semua pihak di Bangka Belitung untuk turut menjaga, mencintai, dan memperkenalkan warisan budaya Bangka Belitung di seluruh pelosok dunia.  (BBR)