Ribuan Masyarakat Babel Dukung Petisi Tunda Perayaan Cheng Beng 2020

diko subadya
Ribuan Masyarakat Babel Dukung Petisi Tunda Perayaan Cheng Beng 2020
Petisi Dukungan Tunda Perayaan Cheng Beng Babel 2020 (Foto BBR)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Aliansi Cegah Corona Bangka Belitung (Babel) membuat petisi untuk menghimpun dukungan masyarakat guna menunda perayaan Cheng Beng 2020 di Babel yang peringatannya sendiri dimulai pada Sabtu (21/3) hingga puncaknya pada 4 April 2020, mendatang.

Petisi tersebut disertai ajakan kepada masyarakat untuk mendukung Pemprov. Babel mengambil kebijakan menunda perayaan Cheng Beng 2020.

" Mari kita dukung Pemerintah Provinsi Kep. Bangka Belitung untuk menunda PERAYAAN CHENG BENG 2020 di Provinsi Kep. Bangka Belitung di Kondisi Darurat Nasional Covid-19. Harus kita sadari, ini sebuah langkah untuk melindungi seluruh masyrakat Babel dimana dengan keterbatasan yang ada, seperti jumlah tenaga kesehatan, rumah sakit serta akses yang sangat kurang. Pulau Bangka dan Belitung termasuk pulau kecil, jika ada yang terinfeksi virus ini kemana lagi kita akan meminta pertolongan. Maka dari itu, demi dan untuk khalayak banyak maka kita berjuang bersama untuk mencegah virus ini masuk ke pulau ini. Bersatu Memutuskan Sebaran Corona, Bersatu Melawan Corona !!!,". Tulis Aliansi Cegah Corona Bangka Belitung, menyertai petisi dukungan penundaan Perayaan Cheng Beng 2020 tersebut.

Salah satu pendukung petisi, Rianti Djusman mengungkapkan alasan mendukung petisi tersebut. Menurutnya kondisi saat ini sudah mulai darurat karena Pasien Positif Corona di Indonesia terus bertambah.

" Situasi yang sekarang mengharuskan untuk tidak melakukan kegiatan apapun diluar rumah. Bukannya tidak menghargai adat atau budaya yang lain, cuma ada baiknya kita mencegah karena seperti yang kita ketahui Indonesia saat ini sudah darurat Corona. Apalagi Bangka Belitung adalah daerah kepulauan. Kepulauan yang kecil dan tingkat resiko korona nya tentu juga tinggi," katanya.

Dukungan lainnya datang dari Ari Anggara, Ia mengaku akan mendukung jika itu untuk mencegah penyebaran Virus Corona ini.

" Jika hal ini dapat membantu mengurangi penyebaran Covid-19 di Bangka Belitung, maka saya akan sepenuhnya mendukung," sebutnya.

Inisiator Aliansi Cegah Corona Babel, Puspa Menjelaskan Dasar dari petisi ini adalah sebagai respon atas pemberitaan sebelumnya yang sudah tersebar luas dimasyarakat yang menyatakan bahwa gubernur mengizinkan akses masuk orang untuk Cheng beng. Sehingga muncul rasa kecemasan yang logis yang menggerak Aliansi ini untuk menginisiasi hal tersebut.

" ini dilakukan dalam bentuk petisi, karena kami tak ingin ada aksi massa, yang malah makin memberi ruang untuk penyebaran virus. Petisi bisa dengan mudah diakses, sangat efektif dan cepat. Hingga ketika kami menyatakan sebagai perwakilan dari masyarakat, bukan cuma sekedar claim," katanya kepada Babelreview, Jumat (20/3) malam.

Lewat petisi tersebut, Puspa meminta pemerintah untuk melarang mobilisasi orang dari luar Babel selama pelaksanaan Cheng beng. Apalagi waktu pelaksanaannya yang cukup lama. Khawatir Pemerintah tidak bisa memantau karena tidak tau mana yang carrier atau tidak.

" Ini murni gerakan peduli kemanusiaan. Dalam konteks pencegahan penularan virus Corona di masyarakat tak ada target, angka. Kami cuma berharap angka dukungan terus meningkat," katanya.

Ia juga menegaskan, petisi ini dimaksudkan agar saudara-saudara kami yang menjalankan ritual ibadah ini memahami, tak ada maksud dari pihaknya untuk melarang ibadahnya, ini murni untuk menjaga keamanan bersama.

" Ini hanya sebagai pressure ke pemerintah provinsi Babel unt lebih ketat dalam menjalankan kebijakan yang sudah diambil, bahwa Babel darurat corona dan bahkan sudah menyiapkan dana untuk menanggulanginya. Fokus kita, mendorong pemerintah untuk zero case. Sebab jika tidak, angkanya akan meledak, mengingat penanganan medis yang kita miliki tidak memadai. Minim RS, minim ruang isolasi, minim dokter spesialis, minim peralatan medis dan lain sebagainya. Sementara virus corona sendiri sangat cepat penyebarannya dan satu-satunya penanganan hanyalah dengan pengobatan medis," terangnya.

Selanjutnya, Ia akan menyampaikan perkembangan dukungan petisi ini ke gubernur, " Esensi dari petisi ini adalah meminta keseriusan pemerintah dalam mencegah Corona masuk ke Babel. Moment Cheng beng hanya trigger saja. Mohon untuk melihat konten yang kami maksud 'SAVE BABEL FROM CORONA'," tegasnya. 

Hingga saat ini Jum'at (20/3) sekira pukul 23.50 WIB Petisi tersebut telah ditandatangi sebanyak 1.749 pendukung dan angka tersebut diprediksikan akan terus bertambah. Bagi teman-teman yang ingin ikut mendukung dengan menandatangani Petisi tersebut dapat mengunjungi link https://www.change.org/p/gubernur-dprd-kep-bangka-belitung-tunda-perayaan-cheng-beng-2020-di-bangka-belitung. (BBR)


Laporan Diko Subadya