Roda Investasi Babel Terus Digenjot, Mau Tahu Caranya? Baca Selengkapnya Berita Ini

kasmirudin
Roda Investasi Babel Terus Digenjot, Mau Tahu Caranya? Baca Selengkapnya Berita Ini
Tambak udang vanname, salah satu investasi yang bagus di Babel. (Foto: Ist)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW.CO.ID -- Iklim investasi di Bangka Belitung mulai menunjukan gairah. Itu terlihat dari realisasi investasi pada triwulan I 2019 mengalami kenaikan 18,11 persen. Kondisi ini disampaikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangka Belitung.

Pertumbuhan investasi tahun 2019 ini merupakan upaya pemerintah daerah yang terus menggenjot roda investasi. Namun pemerintah daerah perlu kerja keras agar target besaran investasi Babel rencana jangka menengah sebesar Rp 1,8 triliun  dan secara nasional sebesar Rp 6,85 triliun dapat tercapai.  

DPMPTSP Bangka Belitung merilis, realisasi investasi untuk triwulan I Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar Rp 788.466.700.000 atau 43,80 persen dari target rencana jangka menengah Dinas Penanaman dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Untuk tahun 2018 lalu, jumlah total realisasi investasi hanya sebesar Rp 667.540.920.000, sedangkan tahun 2019 realisasi investasi untuk triwulan I sebesar Rp 788.466.700.000. Hal ini mengalami kenaikan realisasi investasi sebesar 18,11 persen.

Investasi besar yang masuk dari Penanaman Modal Asing (PMA) antaralain sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi; sektor industi makanan; sektor tanaman pangan, perkebunan dan perternakan. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) antara lain sektor listrik, gas dan air; sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran; sektor hotel dan restoran.

Ada beberapa investasi masuk tahun ini ke Bangka Belitung, yakni pada sektor perdagangan dan reparasi serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran serta jasa lainnya berupa kegiatan olahraga lokasi di Kota Pangkal Pinang; pada sektor industri makanan (CPO) dengan lokasi di Kabupaten Bangka Tengah dan Kabuapten Bangka Selatan; pada sektor perikanan berupa tambak udang vanname dengan lokasi di Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Selatan; pada sektor hotel dan restoran di Kabupaten Belitung (KEK Tanjung Kelayang); pada sektor listrik, gas dan air di Kabupaten Bangka Selatan (kawasan industri sadai); pada sektor pertambangan (hilirisasi timah/downstream) dengan produk: solder, tin chemical di Kabupaten Bangka Selatan (Kawasan Industri Sadai); pada sektor perternakan di Kabupaten Bangka.

DPMPTSP Babel menjelaskan hambatan dan kendala investor dalam berinvestasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni, belum adanya pelabuhan yang respentatif, masih banyak investor yang belum memahami proses mendapatkan NIB pada sistem perizinan melalui OSS (Online Single Submission) sehingga ada bebarapa pelaku usaha mengisi rencana investasinya pada OSS tidak sesuai dengan nilai rencana investasi yang akan di investasikan,

Selama ini juga belum ada harmonisasi peraturan NSPK (Norma, Standard, Pedoman dan Kriteria) pada masing-masing Kementerian/Lembaga sehingga banyak perizinan sektoral yang tidak tercatat nilai investasinya dan perizinan sektoral tersebut tidak memiliki kewajiban untuk menyampaikan LKPM, biaya hidup di Babel yang cukup tinggi berimplikasi pada UMP yang relative tingi dibandingkan dengan wilayah lain dan masih kurangnya infrastruktur seperti pelabuhan laut sehingga investor harus mengeluarkan biaya tinggi untuk proses pengiriman barang maupun bongkar muat barang.

Selain itu juga terdapat perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi nasional dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berdampak minimnya investasi yang masuk.

Adapun pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan bangka Belitung tahun 2018 sebesar 4,45 persen, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang mencapai 4,47 persen sedangkan pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan I tahun 20119 mencapai 2,79 persen (yoy) tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai  3,70 persen (yoy).

Untuk menggenjot agar investasi terus subur perlu dilakukan strategi sesuai dengan Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 7 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Penanaman Modal yang terdiri dari perbaikan iklim penanaman modal, persebaran penanaman modal, fokus pengembangan Pangan, Infrastruktur, Energi, Industri Hilir, Pariwisata, dan Perikanan, penanaman modal yang berwawasan lingkungan, pemberdayaan koperasi dan UMKM, pemberian kemudahan dan/atau insentif penanaman modal, promosi dan kerja sama penanaman modal, pengembangan sumberdaya manusia lokal dan alih teknologi dan mengusulkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Gunung, Bangka Tengah dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pantai Timur Sungailiat, Kabupaten Bangka ke Pemerintah Pusat.

Adapun sektor yang menjadi prioritas investasi di Bangka Belitung, antaralain: sektor pertanian, sektor kelautan dan perikanan, sektor pariwisata, sektor perindustrian dan perdagangan, dan sektor pertambangan dan energi. Sektor ini menjadi prioritas karena berdasarkan potensi daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam rangka menarik investor untuk berinvestasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, antara lain promosi potensi investasi melalui pameran investasi didalam negeri melalui kegiatan bussiness gathering, kemudahan pelayanan perizinan pada PTSP, dan adanya kemudahan bagi para investor. (BBR)


Penulis  : Irwan
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review