Rudianto Tjen Melalui Ketua DPRD Bateng Bantu Pengobatan Warga Desa Simpang Katis Yang Sudah Menunggak Iuran BPJS 3 Tahun

faisal
Rudianto Tjen Melalui Ketua DPRD Bateng Bantu Pengobatan Warga Desa Simpang Katis Yang Sudah Menunggak Iuran BPJS 3 Tahun
Ketua DPRD Bateng Mehoa bersama Ibu Inung membawa anaknya untuk berobat rawat inap.
Rizki (10), anak Ibu inung yang sudah 1 minggu terbaring lemah tanpa pengobatan karena terkendala biaya
Rizki (10), anak Ibu inung yang sudah 1 minggu terbaring lemah tanpa pengobatan karena terkendala biaya

SIMPANG KATIS, BABELREVIEW.CO.ID -- Inung Hartati warga Desa Simpang Katis, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah tidak mampu mengobati anaknya Riski Ramadhani (10) yang menderita demam berdarah (DBD) karena BPJS yang sudah menunggak selama tiga tahun.

Mendengar informasi tersebut, Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa langsung menghubungi Ibu Inung guna bertanya secara langsung kondisi anaknya yang ternyata sudah satu minggu menderita DBD hingga timbul bintik-bintik merah.

"Mendengar aspirasi ibu Inung, dirinya mengaku sudah tiga tahun menunggak iuran BPJS Mandiri Kelas 3, ditanya alasan kenapa mendaftar di kategori mandiri kerena sedang menderita sakit ginjal sehingga butuh pengobatan cepat dan tidak mengetahui cara mengurus kategori gratis melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) ,"ujarnya kepada Babelreview, Senin (27/4/2020).

Ia mengatakan, kondisi Inung yang hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga dan sudah lama berpisah dengan suami, sehingga tak mampu membawa anaknya ke rumah sakit padahal sudah satu minggu badannya panas hingga sampai timbul bintik merah.

"Jangankan berobat, anaknya pun sudah berenti sekolah sejak kelas 4 sekolah dasar, melihat kondisi Riski yang memprihatinkan, sebagai wakil rakyat serta naluri seorang ibu, saya merasa punya tanggung jawab sehingga langsung bergerak cepat mengantarkan anaknya untuk rawat inap RSUD,"ucapnya.

Mehoa menjelaskan, dalam kondisi ini, status anak Ibu Inung sebagai pasien calon BPJS harus terlebih dahulu melunasi tunggakan, oleh karena itu status pasien di awal administrasi sangat menentukan pembayaran biaya, jika salah informasi administrasi terkait pasien tidak akan bisa dirubah lagi walaupun sudah terdaftar sebaga peserta.

"Saya inisiatif menyampaikan masalah ini kepada bapak Rudianto Tjen dan seperti yang sudah-sudah sebelumnya, beliau langsung membantu melunasi tunggakan iuaran BPJS secara online, dengan bantuan kami berharap Ibu inung dan anak segera sehat kembali,"pungkas Mehoa. (BBR)


Penulis  : Faisal

Editor    : Admin03

Sumber : Babel Review