Rumah Ikan Buatan PT Timah Mulai Diserbu Ikan

kasmirudin
Rumah Ikan Buatan PT Timah Mulai Diserbu Ikan
Tim penyelam PT Timah yang sedang membersihkan sedimentasi yang mengendap di rumah ikan. (ist)

BANGKA, BABEL REVIEW -- Upaya reklamasi laut oleh PT Timah Tbk sejak 2016 lalu, mulai membuahkan hasil. Rumah-rumah ikan buatan berupa fish shelter sudah mulai diserbu ikan-ikan. Selain itu, terumbu karang di sekitar area reklamasi juga sudah mulai tumbuh dengan baik.

Menurut Kepala Divisi K3LH PT Timah Tbk Benny Hutahaean, pihaknya telah memiliki dokumen reklamasi laut untuk lima wilayah laut di Bangka, dan dua pulau di Kepulauan Riau yaitu Kundur dan Karimun. Yang sudah selesai dilakukan penilaian adalah reklamasi di Kundur dan Karimun dengan nilai 83 persen.

“Di Indonesia, penilaian terhadap reklamasi laut PT Timah, merupakan yang pertama kali dilakukan,’’ kata Benny saat ditemui di ruang kerjanya di Pangkalpinang, Kamis (22/11/2018).

Benny menambahkan, ada tiga poin penting yang harus dilakukan dalam reklamasi laut sesuai dengan Kepmen ESDM No. 1827/2018 lampiran keenam yakni, pengelolaan kualitas air laut, pencegahan abrasi atau pendangkalan pantai, dan keanekaragaman hayati.

“Apa yang dilakukan PT Timah sudah mencakup ketiga poin tersebut. Tujuannya tak lain untuk menjaga ekosistem laut paska penambangan,’’ ujarnya.

Untuk reklamasi laut di Bangka, lanjut Benny, pihaknya fokus pada fish shelter dan transplantasi karang. Dalam program reklamasi laut 2016, terpantau fish shelter di laut Bangka sudah dijadikan tempat bermain bagi ikan-ikan.

’’Sudah banyak ikan yang bermain. Termasuk ikan-ikan kategori ikan indikator. Kalau ikan indikator sudah ada di sini, itu artinya mereka sudah merasa nyaman karena terumbu juga tumbuh bagus. Bahkan, hasilnya melebihi ekspektasi karena tampak beberapa telur cumi dan sotong,’’ ucap Benny.

Untuk perawatan, Benny menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan tim dari Universitas Bangka Belitung (UBB). PT Timah memiliki tim selam yang secara berkala membersihkan sedimentasi yang mengendap di rumah ikan.

“Perawatan kami agendakan setiap tiga bulan. Akan tetapi, jika cuaca sedang buruk, kami ga akan turun. Karena  arus di dalam pasti sangat kuat,’’ ujar Benny.

Perlu diketahui, PT Timah selalu memberikan perhatian khusus untuk reklamasi baik di darat maupun di laut. PT Timah juga kini tengah mengembangkan teknologi ramah lingkungan di setiap proses penambangan yang dilakukannya.

Teknologi berbasis konsep subsurface mining ini sudah diaplikasikan untuk penambangan darat. Sementara untuk penambangan laut, hingga saat ini PT Timah masih terus melakukan penelitian agar dalam prosesnya bisa meminimalisasi dampak kerusakan ekosistem. (BBR)


Penulis : Diko    
Editor   : Kasmir
Sumber :Babelreview