Rumah Pernik Memimpikan jadi Pusat Kerajinan

Admin
Rumah Pernik Memimpikan jadi Pusat Kerajinan
Foto:Pras

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW -- Bagi Anda yang ingin mendapatkan produk aksesoris pria/wanita dan anak- anak kini bisa memperolehnya di Rumah Pernik. Tersedia jilbab, tas, bunga artificial decor, home decor, miniatur alat musik, lampu dari pipa paralon, perhiasan lapis emas, aneka camilan, dan lainnya dengan harga dipasang Rp 3.000 hingga Rp 250.000.

Disainnya pun cukup menawan dengan kualitas bagus sehingga bisa diandalkan untuk menambah penampilan maupun tata ruangan rumah Anda agar lebih menarik. Rumah Pernik adalah usaha yang eksis di Jalan Gang Raya, Pemda, Sungailiat. “Kami ingin usaha ini nantinya bisa menjadi pusat pernik atau kerajinan yang menyediakan produk berkualitas dengan harga terjangkau,” ujar Ferdiana, owner Rumah Pernik kepada Babel Review.

Dengan demikian, menurutnya, wisatawan yang datang berkunjung ke Bangka tidak susah - susah lagi untuk mendapatkan  souvenir/ produk  kerajinan yang selama ini lebih banyak ada di Pangkalpinang maupun pantai - pantai yang ada di daerah ini. Karenanya, Rumah Pernik punya harapan untuk bisa menampung produk kerajinan yang ada.

“Masyarakat hendaknya lebih peduli untuk melihat peluang di sektor pariwisata ini untuk menghasilkan ide - ide, selain makanan khas Bangka yang sudah ada.  Sebab adanya souvenir tentu akan mendukung kemajuan sektor pariwisata Bangka, namun produk kerajinannya masih kurang,” ungkap Ferdiana sembari menambahkan untuk saat ini bunga artificial dan perhiasan lapis emas menjadi produk yang cukup laris.

Rumah Pernik untuk saat ini menyediakan sekitar 30 item barang yang masih didatangkan dari Jawa dan Sumatera. Peluang tersebut selaras dengan banyaknya obyek wisata pantai yang ada di daerah ini, sehinggga  produksi kerajinan khas Bangka perlu terus diangkat dan diperkenalkan kepada wisatawan yang datang. “Kami masih mencari link untuk  perajin yang bisa bekerja sama guna mengangkat souvenir atau pernak pernik khas Bangka,”  katanya. (BBR)


Penulis  : Pras     
Editor    : Sanjay
Sumber  :Babel Review