Saat Ditanya Kok Tidak Pakai Masker? Pedagang Ini Jawab: Lupa Bawa Bang..!

Ahada
Saat Ditanya Kok Tidak Pakai Masker? Pedagang Ini Jawab: Lupa Bawa Bang..!
Dalam rangka upaya memutus rantai penyebaran covid-19, kita diharuskan memakai masker saat keluar rumah apalagi ketika berada di pasar atau tempat keramaian lainnya. (Foto:firly/babelreview.co.id)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Menjelang rencana diberlakukan New Normal  di beberapa daerah di Indonesia oleh Pemerintah Pusat, Babelreview menyempatkan diri melakukan pemantauan langasung, khususnya pada sejumlah pasar yang beroperasi di Kota Pangkalpinang.

Hal ini dilakukan mengingat pasar merupakan salah satu pusat keramaian dan jika hendak diterapkan New Normal, maka pasar tentu yang harus jadi perhatian lebih serius pemerintah daerah.

Pantauan Babelreview, Rabu (17/6/2020) pagi, terlihat suasana beberapa pasar tradisional sudah ramai dikunjungi masyarakat yang berbelanja, tak jauh berbeda dengan hari biasanya.

Transaksi jual beli antara konsumen dengan para pedagang sayur, ikan atau bahan pokok lainnya berlansung normal.

Sesekali canda tawa mereka juga terdengar dibalik masker yang dikenakan.

Namun memang, masih banyak ditemukan warga yang tidak memakai masker.

Sebagian pedagang juga tidak memakai masker secara maksimal.

Masker yang seharusnya berfungsi menutup mulut dan hidung, namun banayak yang meletakan masker hanya menutupi dagu mereka. Sehingga praktis masker ini tidak berfungsi maksimal.

Saat ditanya, kenapa tidak menggunakan masker, beberapa pedagang berdalih lupa membawa dan ketinggal dirumah.

"Dak pakai masker bang ok ? " tanya wartawan Babelreview.

"Dak bang, ketinggel dirumah," jawab Andi pedagang bumbu dapur di Pasar Pembangunan Pangkalpinang.

Tak hanya Andi, banyak pedagang lainnya yang memang belum menggunakan masker seperti anjuran pemerintah.

Selain penggunaan masker, jaga jarak dan cuci tangan juga menjadi hal yang sulit dilakukan oleh pedagang dan pembeli.

Hampir semua kios belum memiliki tempat cuci tangan. Tetapi bebera kios  sudah meletakan cuci tangan meski ala kadarnya.

Namun sayangnya di kios atau warung yang sudah ada tempat cuci tangannya, giliran pembeli yang tidak memanfaatkan fasilitas tersebut.

Padahal anjuran cuci tangan dan pakai masker merupakan hal yang wajib diterapkan untuk memustus mata rantai penyebaran covid19.

Sementara untuk masyarakat yang berbelanja di pasar, berdasarkan pantauan sudah banyak yang datang dengan menggunakan masker.

Salah satunya Tira, Gadis asal Sungailiat yang kini tinggal di Jalan Air Salemba, Bukit Baru Pangkalpinang.

Saat ditemui Babelreview mengatakan bahwa dirinya setiap hari selalu menggunakan masker, khususnya sejak imbaun pemerintah untuk menerapkan protokol Covid-19 jika terpaksa keluar rumah.

" Ya ikut aja om, toh ini juga buat kesehatan diri sendiri. Selain itu juga bisa buat melindungi orang lain. Kan kita gak tahu virusnya ada dimana atau ada ditubuh siapa. Bisa saja ternyata ada di tubuh kita," ungkapnya.

Meski cukup banyak pedagang yang terlihat belum menggunakan masker, namun ada juga sejumlah pedagang yang menggunakan masker.

Mereka mengatakan hal ini dilakukan mematuhi anjuran untuk menerapkan protokol Covid-19.

"Ya kita usahakan terus pakai masker, kan disuruh gitu, biar bisa bantu mencegah penyebaran virus corona ," ungkap Siti.

Penerapan protokol Covid-19 memang membutuhkan kesadaran dari masyarakat itu sendiri terhadap pentingnya kesehatan.

Meski pemerintah dan aparat terkait telah memberikan sosialiasi dan edukasi, namun tidak ada artinya jika maayarakat tidak patuh dan tidak disiplin. (BBR)

Laporan: Diko S