Sambil Ngupi, Bupati Mulkan Bicara ASN Jangan Ikut Politik Praktis

kasmirudin
Sambil Ngupi, Bupati Mulkan Bicara ASN Jangan Ikut Politik Praktis
Bupati Bangka, Mulkan, bersama dengan Kapolres dan Kejati Bangka saat ngopi bersama wartawan, Rabu (13/2/2019). (foto:Ibnu)

SUNGAILIAT BABELREVIEW.CO.ID -- Bupati Bangka Mulkan, menggelar acara coffe morning bersama insan pers yang dihadiri oleh Kapolres Bangka AKBP Budi Ariyanto dan Kepala Kejaksaan Negeri Sungailiat Rilke Jeffri Huwae di Cafe M2M Sungailiat, Rabu ( 13/2/2019 ).

Bupati Bangka Mulkan dalam sambutannya mengimbau masyarakat agar menjaga keamanan dan ketertiban jelang pesta demokrasi Pemilu pada tanggal 17 April 2019 nanti mengingat suasana dinamika perpolitik di daerah yang sekarang ini mulai panas.

"Saya ingatkan kepada Aparatur Sipil Negara ( ASN ) untuk tidak melakukan politik praktis dan tetap fokus untuk melayani masyarakat. Kami minta ASN dan tenaga kontrak tetap bersikap netral saja. Ini peraturan yang harus dipatuhi," tegasnya.

Kapolres Bangka AKBP Budi Ariyanto katakan kondisi keamanan di Kabupaten Bangka sekarang ini masih kondusif. Tidak ada gejolak, permusuhan dan lain-lain.

"Saya mengajak masyarakat di Kabupaten Bangka agar menjaga daerah ini, jangan sampai disusupi dan diprovokasi. Jangan sampai menciptakan ujaran kebencian karena dapat berakibat berbahaya," tukasnya.

Budi Ariyanto juga mengajak masyarakat tidak menyebarkan berita-berita hoax karena bisa menyebabkan kerusuhan.

"Saya berharap masyarakat Bangka dapat menjaga agar pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) bisa berlangsung kondusif," kata Budi.

Untuk Pemilu 2019 ini pihaknya sudah menyiapkan 300 personil dan juga di BKO oleh Polda Babel untuk pengamanan nanti.

Pada kesempatan ini pihaknya menggelar Nguber Rajawali, untuk membahas berbagai masalah dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) di Kabupaten Bangka.

"Kegiatan kita ini adalah Nguber Rajawali. Nguber itu Ngupi Bersama. Rajawali itu Ra artinya merawat keberagaman di Bangka ada banyak suku, bahasa, agama. Ja itu artinya menjaga keutuhan NKRI dan Wa itu mengawal pembangunan di Bangka ini supaya masyarakat sejahtera. Indahnya keberagaman baik dengan sekitarnya. Ngupi bersama membahas Rajawali," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Rilke Jeffri Huwae mengatakan, jika ada pelanggaran dalam pileg dan pilres masih menjadi ranah bawaslu untuk mengkaji apakah masuk ranah administratif atau tindak pidana.

Sampai saat ini kewenangan itu masih ada di bawaslu. Kejaksaan itu garda terakhir untuk menentukan apakah itu tindak pidana, pasalnya apa, terus kami berkas perkara dan sidangkan.

"Apabila tindak pidana dibawa ke Forum Gakkumdu yang akan melibatkan kejaksaan dan kepolisian untuk menilai pelanggaran tersebut. Kalau mengarah tindak pidana dilanjutkan ke penyelidikan," terang Jeffri. (BBR)


Penulis  : Ibnu                              
Editor    : Kasmir 
Sumber  :Babel Review