Sambut Idul Fitri, 658 Petugas PLN Babel Siaga di 30 Posko

Irwan
Sambut Idul Fitri, 658 Petugas PLN Babel Siaga di 30 Posko
Tri Putra Septa, Manager Komunikasi PLN UIW Babel (kiri) memberikan keterangan pers, Kamis (6/5/2021)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung siagakan 30 Posko Siaga Idul Fitri sambut hari raya Idul Fitri 1442 H dengan 658 petugas siaga yang terkonsentrasi di beberapa titik di Bangka dan Belitung.

Ketiga puluh posko tersebut tersebar di posko UIW Babel, posko UP3 Bangka, posko UP3 Belitung, posko UPK Babel, posko ULP Pangkalpinang, Sungailiat, Muntok, Toboali, Koba, Tanjungpandan, Manggar, Merawang, dan Pilang.

"Periode siaga kami mulai dari 12 April sampai dengan 19 Mei 2021. Selama masa siaga tersebut petugas disiagakan pada 30 titik posko," terang General Manager PLN Babel, Amria Adnan.

Lebih dari itu, sebanyak 41 titik tempat ibadah/masjid di Bangka Belitung mendapat prioritas suplai pasokan listrik dengan dibackup standby genset dan personil.

Titik-titik tersebut tersebar antara lain 15 masjid di Pangkalpinang, 5 masjid di Sungailiat, 5 masjid di Muntok, 3 masjid di Koba, 1 Masjid di Toboali, 8 masjid di Tanjungpandan, dan 4 masjid di Manggar.

Di sisi lain, instalasi vital, pusat-pusat transportasi dan pusat-pusat keramaian menjadi prioritas suplai listrik PLN.

Selain itu, berbagai peralatan juga disiagakan untuk menunjang kegiatan seperti 23 buah genset mobile, mulai daya 2,2 kVA hingga 400 kVA, 29 unit gardu bergerak mulai dari daya 200 hingga 630 kVA, 2 unit UPS serta kubikel bergerak dan kabel bergerak.

Untuk meminimalisir padam, pada sisi pembangkit telah dilakukan upaya preventif berupa pemeliharaan agar mesin beroperasi lebih optimal.

Dari sisi ketersediaan bahan bakar, pasokan BBM B0 (HSD) rata-rata cukup untuk 27 hari, pasokan BBM B30 (Diesel) rata-rata cukup untuk 10,8 hari, sedangkan Batubara cukup untuk 22,6 hari.

Sementara, pada sisi transmisi, gardu induk dan distribusi PLN telah melakukan perambasan pohon dan pemeliharaan jaringan guna meminimalisir adanya gangguan.

Disamping itu, untuk meminimalisir padam, pada sisi pembangkit telah dilakukan upaya preventif berupa pemeliharaan agar mesin beroperasi lebih optimal.

“Kami menekankan kepada seluruh petugas kami untuk melaksanakan tugas sesuai SOP, serta meningkatkan pelayanan dengan PS4 (penampilan, senyum, sapa, salam dan sikap), serta mengutamakan keselamatan kerja,” Imbuh Amris.

Adapun tercatat daya mampu sistem kelistrikan di Pulau Bangka sebesar 187,7 MW dengan Beban Puncak 170 MW, sementara untuk sistem Belitung daya mampu 76,6 MW dengan beban puncak 46,4 MW.  (*)