Sampah Berserakan Menebar Bau Busuk, Hanya 20 Meter dari Pintu Gerbang Perkantoran Gubernur Babel

kasmirudin
Sampah Berserakan Menebar Bau Busuk, Hanya 20 Meter dari Pintu Gerbang Perkantoran Gubernur Babel
Tumpukan sampah yang berserakan di jalan depan Gapura masuk menuju perkantoran Gubernur Babel. (foto:Kusuma)

PANGKLPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Buang sampah sembarangan berarti membuang limbah di tempat yang tidak semestinya. Misalnya, membuang puntung rokok di selokan, membuang baterai bekas di dekat area tempat tinggal, membuang plastik, botol bekas, kertas bekas bungkus makanan, atau sisa-sisa makanan begitu saja, di lingkungan rumah sekalipun.

Selain merusak pemandangan, kebiasaan buang sampah sembarangan dapat menimbulkan penyakit. Jika kebiasaan ini dilakukan dalam jangka panjang, dampak buruknya akan lebih luas lagi, yaitu penurunan kualitas hidup manusia.

Buang sampah sembarangan masih sulit dihilangkan. Pasalnya buang sampah sembarangan ini berkaitan erat dengan perilaku manusia tersebut. Ketika perilaku masih buruk, maka buang sampah sembarangan ini sulit untuk dihentikan. Seperti yang terjadi di Jalan Raya Air Itam-Sanfur, Kota Pangkalpinang. Lokasi yang tepat berada di samping jalan raya ini dipenuhi sampah. Beragam sampah plastik, bekas makanan, bahkan sampah-sampah rumah tangga lainnya menumpuk dan menebarkan bau tidak sedap.

Padahal lokasi ini tidak jauh dari simpang Gapura Perkantoran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, atau tepatnya sekitar 10 meter sebelum masuk simpang gapura Perkantoran Gubernur. Pemandangan tak sedap dan disertai bau busuk menyebar di sekitar lokasi.

Meski sudah ada satu bak sampah yang disiapkan Pemkot Pangkalpinang di lokasi ini, namun masyarakat sekitar lebih suka membuang sampah sembarangan di luar bak sampah. Akibatnya sampah berhamburan di sekitar bak sampah.

“Yang buang sampah di sini, sebenarnya bukan hanya warga sekitar sini. Tetapi banyak juga warga luar kampung  ini yang membuang sampah. Biasanya mereka mengendarai motor dan mobil. Bahkan saya melihat beberapa orang membuang kantong sampah dari jendela mobil,” tukas Yoyo, salah satu warga yang sempat ditemui di sekitar lokasi.

Menurut Yoyo, sebenarnya petugas kebersihan sering juga mengambil sampah di lokasi tersebut, tetapi karena banyaknya sampah dan durasi waktu pengambilan yang masih sedikit, membuat sampah tidak bisa dikendalikan.

“Kondisi ini parah karena banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan di sini. Coba kalau warga yang membuang sampah ini ditangkap dan dikenakan sanksi, mungkin mereka jera. Tetapi di daerah kita ini setahu saya belum ada peraturan seperti itu, sehingga dengan santainya mereka membuang sampah di lokasi ini,” papar Yoyo.

Tumpukan sampah yang menggunung tersebut, selain tak sedap dipandang, ternyata juga mencemari aliran air yang berada di sisi badan jalan. Air yang dahulunya jernih melewati selokan sekitar lokasi, kini menjadi keruh dan berbau.

Yoyo berharap ada gerakan dari instansi atau aparat terkait, untuk menghentikan pembuangan sampah sembarangan di Jalan Raya Air Itam-Sanfur tersebut. Pasalnya, pemandangan yang tidak sedap ini akan berdampak negatif jika terlihat oleh tamu-tamu Provinsi Babel yang kebetulan melewati jalan tersebut, ketika masuk ke perkantoran Gubernur Babel. (BBR)


Penulis  : Kusuma                                            
Editor    : Kasmir 
Sumber  :Babel Review