Sampaikan Data Pemilihan 2 Tahun Sebelumnya, Bawaslu RI Ingatkan Kerawanan di Pilkada 2020

diko subadya
Sampaikan Data Pemilihan 2 Tahun Sebelumnya, Bawaslu RI Ingatkan Kerawanan di Pilkada 2020
Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Datin Bawaslu RI Fritz Edward Siregar (Foto Ist)

MENTOK, BABELREVIEW.CO.ID -- Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Datin Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengatakan selama pelaksanaan Pilkada 2018 lalu sedikitnya ada 5.173 temuan dan laporan dengan rincian 3.415 temuan, 1.758 laporan, termasuk 205 dugaan tindak pidana, dan 68 diputus oleh pengadilan.

Sementara, selama Pemilu tahun 2019, ada 446 total putusan peradilan yang terdiri dari 2 penetapan diversi terkait pidana anak, 141 putusan dibanding ke Pengadilan, dan 305 putusan incratht.

Ia menuturkan, inilah yang membedakan Pilkada 2018 dengan Pilkada 2020, pasalnya dengan adanya data Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 dalam 2 pemilihan yang telah dilewati ada evaluasi untuk pencermatan pelaksanaan Pilkada 2020.

"salah satu perbedaan Pilkada 2018 dengan Pilkada 2020 ini kita telah melewati dua proses pemilihan sebelumnya", ucap Fritz saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja penguatan kajian hukum peraturan pemilihan dan keterbukaan informasi publik serta penandatangamam MoU bidang perdata dan tata usaha negara antara Bawaslu Kabupaten Bangka Barat dengan Kejari Kabupaten Bangka Barat, Jumat Sore (06/03/2020), kemarin.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan akan ada 270 daerah yang melaksanakan Pilkada tahun 2020 yang terdiri dari 9 Provinsi, 37 Kota, dan 224 Kabupaten di seluruh Indonesia.

Untuk itu, dirinya menghimbau agar jajaran Pengawas Pemilu memperhatikan Indeks Kerawanan Pemilihan Pilkada 2020 yang terdiri dari 4 dimensi yakni konteks sosial dan politik, konteks pemilu yang bebas dan adil, konteks kontestasi dan partisipasi yang meliputi hak pilih, hak politik, partisipasi pemilih, keamanan lingkungan serta otoritas penyelenggara pemilu.(BBR)


Penulis : Diko Subadya

Sumber : Humas Bawaslu Babel