Sanggar Seni Dayang Molek Menggali Mustika Terpendam

Admin
Sanggar Seni Dayang Molek Menggali Mustika Terpendam
Foto:Silo Sandro

BANGKA BARAT, BABEL REVIEW -- Majunya perkembangan pariwisata yang ada di Kepulauan Bangka Belitung memacu pemerintah khususnya dinas pariwisata baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk lebih memperhatikan peninggalan  sejarah dan budaya yang masih tersimpan untuk lebih dikembangkan.

Bentuk apresiasi pemerintah dalam memajukan seni dan budaya daerah adalah dengan cara mengadakan berbagai macam kegiatan baik dalam bentuk promosi maupun festival seperti misalnya Festival Serumpun Sebalai Sebagai kota tertua, Muntok  menjadi  salah satu target pemerintah dalam mengembangkan pariwisata daerah karena Muntok  menyimpan banyak  sejarah dan budaya lama dari zaman Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang, kolonial Belanda hingga sekarang.

Generasi muda merupakan generasi penerus dalam pembangunan Bangsa Indonesia yang lebih maju. Sebagai generasi penerus,  pemuda memiliki berbagai macam potensi yang dapat dikembangkan, salah satunya adalah potensi dalam bidang seni baik yang tradisional maupun modern.

Namun sayangnya perhatian dan minat para pemuda untuk mengembangkan seni tradisi khususnya yang ada di kota Muntok masih kurang. Berangkat dari keprihatinan terhadap hal tersebut, pada tanggal 10 November tahun 2006, Ahmad Fikri Baraqbah S.Pd mendirikan Sanggar Seni dan Tari yang bernama Dayang Molek yang beralamat di Jl. Kampung Tanjung Sawah No. 184 Muntok , Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung.

“Dayang Molek berasal dari kata “dayang” yang berarti wanita dan “molek” berarti cantik, jadi Dayang Molek artinya wanita Melayu pesisir yang memiliki paras yang cantik. Kecantikan wanita pesisir Muntok bukan hanya dilihat dari fisiknya saja tetapi kecantikan wanita Muntok dapat dilihat dari sifatnya yang ramah budi, bahasa yang sopan dan kelembutan hatinya yang merupakan cerminan masyarakat Melayu pesisir,” ungkap Fikri.

Dengan mengusung visi “Menggali mustika terpendam” Fikri yakin dapat mencapai misi mereka sebagai sanggar seni dan tari yang terus  mencoba menggali nilai-nilai tradisi dan ide-ide  kreatif yang  mengikuti perkembangan zaman dan tetap berpijak pada karakter budaya Bangsa.

“Sehingga seni yang ada di Bangka Barat dapat lebih berkembang dan memiliki nilai jual,” harap Fikri. Untuk mewujudkan visi dan misi mereka tersebut, Sanggar Dayang Molek melakukan berbagai kegiatan dengan cara. Diantaranya menghimpun generasi muda untuk lebih peduli terhadap budaya daerah melalui Sanggar Dayang Molek.

“Kita juga berusaha menumbuhkan rasa percaya diri dalam jiwa pemuda bahwa seni tradisi juga memiliki nilai jual melalui promosi pariwisata,” kata Fikri. Lebih jauh Fikri mengungkapkan, keberadaan Sanggar Dayang Molek juga diharapkan dapat melatih generasi muda untuk mempelajari seni tradisi yang masih tersimpan dan belum dikembangkan untuk digarap dalam bentuk karya seni. “Kami juga kerap mengikuti berbagai macam event parade dan festival seni baik tingkat kabupaten, provinsi, dan tingkat nasional,” tandasnya. (BBR)


Penulis : Buditio
Editor   : Sanjay
Sumber :Babelreview