Sebanyak 5.000 Gelang Khusus Disiapkan Bagi Penumpang Pesawat Terbang yang Masuk Babel

diko subadya
Sebanyak 5.000 Gelang Khusus Disiapkan Bagi Penumpang Pesawat Terbang yang Masuk Babel
Gelang Khusus Disiapkan untuk penumpang Pesawat Masuk Babel (Foto Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sudah menyiapkan 5.000 gelang yang akan dipasangkan kepada penumpang pesawat terbang yang masuk ke Bangka maupun Belitung.

Ketua Sekretariat Pusat Komando Pengendalian dan Operasional (Puskodalops) Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa menjelaskan Gelang yang disiapkan oleh pemerintah daerah untuk membantu petugas mendeteksi setiap orang yang masuk ke Babel.

"Dengan gelang ini diharapkan bisa memutus mata rantai virus, juga mengklasifikasikan penumpang masuk ke cluster mana, ini akan memudahkan petugas," ujar Mikron.

Hal ini dilakukan, berkaca dari kondisi sebelumnya dimana Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGPP) Covid-19 Babel mendapati sulitnya melacak penumpang yang satu pesawat dengan pasien positif asal Toboali.

Lanjut Mikron menuturkan, para penumpang yang yang datang ke Babel akan dipasang dua jenis gelang dimana untuk Pulau Bangka berwarna hijau tercantum nomor call center gugus tugas dan barcode serta keterangan klasifikasi pengguna, sedangkan di Pulau Belitung berwarna oranye.

"Yang masuk ke Babel ia dikatagorikan orang dengan risiko, kita berikan gelang dan minta untuk Isolasi mandiri, ketika ada gejala atau lainnya, kita akan mudah melakukan langkah selanjutnya. Sebanyak 5.000 gelang disiapkan tim, yang khususnya dikenakan bagi penumpang pesawat yang masuk ke Babel, kemudian anak buah kapal yang masuk di pelabuhan, di Bangka ada 3.000 sedangkan di Belitung ada 2.000 buah," paparnya.

Lanjut Mikron menghimbau, kepada masyarakat yang telah dipasangkan gelang ini, untuk mengisolasi mandiri dirumah dan bagi masyarakat lain diharapkan bisa memantau dan mengingatkan bagi mereka yang terlihat berkeliaran.

"Ya kami minta kesadaran lah, walau pun mungkin mereka nggak sabaran ingin bertemu keluarga, tapi harus ikuti protokol kesehatan 14 hari karantina," pungkasnya.(*/BBR)


Laporan Diko Subadya