Sebuah Kapal Pecah di Muara Air Kantung Akibat Perairan Dangkal

Irwan
Sebuah Kapal Pecah di Muara Air Kantung Akibat Perairan Dangkal
SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Kapal Motor Kota Bali yang dinahkodai oleh Anwar bersama dengan tiga anak buah kapal mengalami karam di bibir muara Air Kantung, Sungailiat, Sabtu (20/2/2021).


Kronologis KM Kota Bali kandas disebabkan karena tali jangkar putus pada pukul 24.00 WIB saat sedang berlabuh 200 meter di depan muara Air Kantung.

Nahkoda KM Kota Bali, Arsan (31) menjelaskan penyebabnya perahunya kandas dan pecah karena tali jangkar perahu putus sewaktu kapal sedang berlabuh 200 meter dari mulut muara Air Kantung menunggu arus pasang sewaktu pagi hari.

Selain itu, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya cadangan minyak untuk menghidupkan mesin perahu ketika putus jangkar.

"Gimana mau masuk muara, bibir muara kecil gitu gak bisa masuk. Jadi kita berlabuh sekitar 200 meter dari bibir muara, menunggu kondisi membaik," terangnya.

Meskipun tidak ada korban dari kejadian musibah tersebut, namun kerugian materi dan non materi menyebabkan pemilik kapal tidak dapat melaut minimal selama 4 bulan.

"Banyaklah kerugiannya, ikan habis, mesin tidak bisa dipakai, tapi gak tau jugalah kita bongkar semua dulu, kalau mau diperbaiki juga paling lama 4 bulan bisa melaut lagi, itu juga kalau diperbaiki," keluh Arsan.

"Kami berharap muara itu segera diperbaiki biar kapal bisa bebas keluar masuk muara, biar gak kayak gini modelnya," harapnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Lukman turut membenarkan kejadian perahu karam tersebut.

"Kita mendapatkan informasinya pagi tadi dari pengurus HNSI saudara kita Edi. Setelah mendapat laporan tersebut kami langsung turun ke lapangan sekitar pukul 03.00 WIB untuk melihat langsung kondisi kapal. Kondisi kapal yang bisa diambil hanya mesinnya dan yang lain sudah tidak bisa terpakai," ungkap Lukman.

Disampaikannya bahwa beberapa waktu terakhir kerap terjadi musibah perahu nelayan dikarenakan berbagai faktor khususnya musim angin utara.

Ia menambahkan telah menindaklanjuti tujuh laporan musibah nelayan dan telah menyalurkan bantuan terhadap empat laporan sebelumnya yang bersumber dari CSR PT Timah.

"Dan untuk bantuan dari PT Timah untuk musibah nelayan masih menunggu tiga lagi yang sedang kita proses pengumpulan data dan berita acaranya untuk kita salurkan bantuan. Dari ketiganya itu termasuk dari musibah yang dialami KM Kota Bali hari ini," tuturnya.

Mengingat besarnya manfaat adanya penyaluran bantuan untuk musibah nelayan, Lukman mengucapkan terima kasih dan berharap kemitraan dapat terus terjalin dengan baik antara HNSI dan PT Timah Tbk.

"Atas kerjasama selama ini, saya selaku ketua HNSI mengucapkan terima kasih kepada PT Timah. Saya inginkan kerjasama dan kemitraan ini dapat terus terjalin melalui program kami yakni Harmonisasi Bahari. Dan harapan kami adalah pihak pemerintah dan stake holder lainnya bisa lebih memperhatikan kejadian seperti ini yang menimpa nelayan," pungkasnya. (BBR)

Laporan: Ibnu

Editor: Irwan