Sebulan Diluncurkan Program #DirumahAja, Pasar Pangkalpinang Tetap Ramai

Ahada
Sebulan Diluncurkan Program #DirumahAja, Pasar Pangkalpinang Tetap Ramai
Suasana Pasar Induk Pangkalpinang mssih ramai, Kamis (16/4/2020). (ahada/babelreview.co.id)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Program social distancing, physical distancing serta #DirumahAja, ternyata tidak seketika membuat suasana pasar di Pangkalpinang jadi sepi.

Buktinya di Pasar Pembangunan Pangkalpinang (pasar induk, pasar ikan, pasar sayur dan bumbu, pasar daging), pasar Jalan Trem dan pasar sekitar BTC Pangkalpinang tetap saja ramai transaksi jual beli, Kamis (16/4/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Tampak warga masih hilir mudik di kawasan pasar. Suara tawar menawar terhadap barang yang akan dibeli juga masih terdengar. 

Beragam sayur mayur dan aneka kebutuhan masyarakat terhampar di meja-meja para pedagang.

Tidak ada kesan khawatir bahwa saat ini Pangkalpinang  sedang menghadapi pandemi corona.

Masih seperti biasa, hiruk pikuk layaknya suasana pasar tetap berlangsung di Pasar Pangkalpinang.

Bahkan terlihat masih banyak para pedagang maupun pembeli yang tidak menggunakan masker.

Mereka tetap ceria bersenda gurau sambil menawar bahan atau kebutuhan sehari-hari yang mau dibeli.

"Harusnya sih pakai masker, tetapi karena saya tidak terbiasa, jadi hari ini lupa bawa masker," ujar Istiani, usai membeli sayur dan ikan di Pasar Ikan Pangkalpinang.

Program social distancing dan physical distancing yang sudah diberlakukan sekitar satu bulan  ini di Kota Pangkalpinang, tampaknya sulit diikuti oleh para pedagang di Pasar Pangkalpinang.

Pasalnya, kata Sutanto, para pedagang terpaksa harus berinteraksi dengan para pembeli.

Apalagi antara kios yang satu dengan yang lain juga berdekatan. Sehingga interaksi sesama para pedagang pun tidak terhindarkan.

"Tidak masalah Bang, yang penting kita tidak bersentuhan. Dan setiap selesai transaksi kita cuci tangan," ujar Sutanto, pedagang yang menjual aneka sayuran ini.

Meski terlihat masih ramai pengunjung, namun sebagian pedagang justru mengeluhkan turunnya omzet mereka. 

"Jika dilihat memang kesannya masih ramai. Tetapi sebenarnya jauh berkurang dibandingkan sebelum ada pandemi corona ini," ungkap Apen, pedagang sembako di Pasar Pangkalpinang.

Sejak dua minggu ini, Apen mengaku omset warungnya turun hingga 50 persen.

"Sekarang ini ada untung sedikit untuk bertahan jadilah. Dibandingkan teman-teman lainnya, mungkin saya masih agak mendingan," tukas Apen.

Kondisi pasar yang masih tetap saja ramai ini memang menjadi dilematis.

Di satu sisi pemerintah sangat mengharapkan maayarakat untuk berada di rumah, sebagai upaya memutus rantai penyebaran covid19.

Namun disisi lain, pedagang membutuhkan penghasilan untuk menyambung roda kehidupan mereka.

Sedangkan warga juga membutuhkan bahan untuk dimasak dan dikinsumsi keluarga masing-masing.

" Saat ini tidak ada makanan yang bisa datang sendiri ke rumah kita. Perlu dibeli dan dimasak," tukas Sisil, seorang karyawan swasta ini. (BBR)
Laporan: @hada