Sejak Pandemi Covid-19, Tahanan Polres Bangka Tengah Overload Hingga 50 Persen

kasmirudin
Sejak Pandemi Covid-19, Tahanan Polres Bangka Tengah Overload Hingga 50 Persen
Tahanan Polres Bangka Tengah dilakukan pengecekan Kesehatan untuk mencegah penularan wabah Virus Corona dengan alat pendeteksi suhu, Senin (11/5/2020). (Foto: Faisal)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Jumlah tahanan Polres Bangka Tengah sudah melebihi kapasitas atau overload, sejak mewabahnya virus corona atau Covid-19.

Informasi yang dihimpun oleh Babel Review pada Senin (11/5/2020), Polres Bangka Tengah mengalami over kapasitas tahanan yang diperkirakan mencapai hingga 50 persen.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabag Ops Polres Bangka Tengah, AKP Yuda Wicaksono yang mengatakan kalau penyebab overload, karena tingginya tingkat kriminalitas selama pandemi covid-19.

"Selama pandemi Covid-19, adanya peningkatan jumlah kriminalitas, ditambah dengan berlakunya surat edaran (SE) Kemunkumham yang menutup akses tahanan baru masuk Lapas sebagai upaya pencegahan penularan virus corona," ujar Kabag Ops atas seizin Kapolres Bangka Tengah, AKBP Slamet Adi Purnomo.

Dikatakannya, adanya ketentuan dari Kemenkumham menyebabkan tahanan Polres saat ini mengalami overload sekitar hampir 50 persen dari daya tampung sekitar 20-25 tahanan.

"Tahanan yang saat ini berada di Mapolres Bangka Tengah sudah berjumlah 38 orang yang terdiri dari 21 tahanan umum, 15 tahanan titipan kejaksaan dan 2 napi," sebutnya.

Menurut Kabag Ops, seharusnya jumlah napi di Lapas berkurang dengan adanya program napi bebas asimilasi. Namun, yang terjadi Lapas tetap menutup akses penambahan napi guna mematuhi protokol Covid-19.

"Dengan kondisi kasus kriminalitas yang terus meningkat serta Kemenkumham yang masih tetap menutup akses tahanan, kondisi tahanan Polres akan semakin overload.

Meski demikian, AKP Yuda menyampaikan, tidak mengurangi perhatian petugas terhadap kesehatan para tahanan. Pemantauan kesehatan dilakukan secara ekstra guna mengantisipasi penularan virus corona ke dalam tahanan.

“Kami rutin lakukan pengecekan suhu tubuh untuk mengetahui kesehatan para tahanan. Satu per satu tahanan dicek menggunakan alat pendeteksi suhu thermal scanner hasilnya semua normal dan sehat,” pungkasnya. (BBR)


Penulis : Faisal

Editor   : Kasmir