Selain Aktivitas TI Apung Di Kubu, Nelayan Juga Akan Berunjuk Rasa Terkait RZWP3K, Pasir Kwarsa Hingga Trawl

andre
Selain Aktivitas TI Apung Di Kubu, Nelayan Juga Akan Berunjuk Rasa Terkait RZWP3K, Pasir Kwarsa Hingga Trawl
Foto : Ist

TOBOALI, BABELREVIEW--Selain berunjuk rasa menolak adanya aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) Apung di perairan Laut Kubu dan sekitarnya, rombongan nelayan juga akan berunjuk rasa terkait disahkannya Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Pulau - Pulau Kecil (RZWP3K), penambangan Pasir Kwarsa serta masih adanya aktivitas Trawl.

 Hal ini dibenarkan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Unjuk Rasa, Abdullah.

 " Selain menolak adanya TI Apung di Laut Kubu, dalam Unjuk rasa tersebut kami juga akan berunjuk rasa terkait disahkannya Raperda RZWP3K, Penambangan Pasir Kwarsa serta masih adanya aktivitas Trawl pada unjuk rasa Senin (09/03/2020) " imbuhnya.

 Menurutnya, dari empat permasalahan tersebut kami mengerahkan sejumlah nelayan yang ada di Basel karena empat hal ini lah yang sangat merugikan nelayan.

 " Masing-masing nelayan punya keluhannya, misalnya nelayan Tanjung Timur dan Kubu yang dirugikan dengan adanya aktivitas TI Apung dan Pasir Kwarsa di pesisirnya, di tengah lautnya dirugikan oleh aktivitas Trawl dan Compreng, nelayan Tukak Sadai, Tanjung Labu dan Tanjung Sangkar dirugikan dengan masih adanya aktivitas Trawl serta yang terparah disahkannya RZWP3K yang merugikan seluruh Nelayan, " katanya Sabtu (07/03/2020).

 Makanya, sambung Abdullah kita menargetkan 1000 orang yang berunjuk rasa dan berlangsung selama lima hari.

 " Kita meminta keadilan kepada Pemkab Basel dan DPRD Basel terkait sejumlah aktivitas tersebut yang sangat merugikan nelayan, " tandasnya.

 Diakuinya, khusus RZWP3K bahwa memang kewenangannya di Provinsi Babel, akan tetap rekomendasi dan masukan itu dari kabupaten.

  "Jadi jangan cuma bisa saling lempar lempar dengan disahkannya Raperda Zonasi ini, " tegasnya.

 Terakhir ia mengatakan, setelah aksi unjuk rasa di Pemkab Basel, kita juga rencananya akan berunjuk rasa di Pemprov Babel kedepannya.(BBR)


Penulis : Andrean

Editor : Andrean

Sumber : Babel Review