Selamatkan UMKM Di Pangkalpinang, HIPMI Ajak Warga Belanja Kebutuhan Lewat Online

Ahada
Selamatkan UMKM Di Pangkalpinang, HIPMI Ajak Warga Belanja Kebutuhan Lewat Online
Ketum BPC HIPMI Pangkalpinang Dhimas Rinaldi. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID - Kondisi sekarang hampir seluruh daerah di Indonesia menerapkan social distancing atau membatasi berkumpul dalam kerumunan. Tidak terkecuali Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Opsi ini dipilih sebagai salah satu cara menghambat dan membatasi penyebaran virus corona alias Covid-19.
Sisi positifnya, kebijakan ini sudah banyak memberikan keberhasilan dalam mencegah penyebaran virus corona di beberapa daerah. Namun dampak negatifnya, dengan kebijakan ini telah membuat penurunan drastis masyarakat bertransaksi secara langsung.
Satu minggu ini dirasakan betul oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pangkalpinang, terutama yang bergerak disektor kuliner dan jasa. Sejak pemerintah memberlakulan social distancing ini, warga semakin sedikit belanja di warung-warung atau restoran maupun toko. Kebanyakan warga lebih banyak berdiam diri di rumah masing-masing.
Menyikapi situasi ini, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pangkalpinang, mengajak masyarakat untuk tetap berbelanja makanan dan kebutuhan sehari-hari di warung maupun toko-toko tempat  biasa berbelanja. Hanya saja jika sebelumnya harus datang langsung, kini cara belanjanya diganti melalui online.
Menurut Ketum BPC HIPMI Pangkalpinang Dhimas Rinaldi, himbauan ini disampaikan kepada masyarakat, dikarenakan sebagian besar pergerakan ekonomi terjadi di sektor UMKM ini.
"Hal ini perlu kita dilakukan, untuk memastikan keberlangsungan usaha yang ada di Pangkalpinang. Karena saat ini omset rata-rata turun di angka 50%. Selain itu himbauan ini kami sampaikan untuk tetap memastikan peputaran uang berjalan di Kota Pangkalpinang," kata Dhimas, Senin (23/3/2020).
Berbelanja produk UMKM lokal ini, kata Dhimas, merupakan bentuk support masyarakat kepada usaha-usaha kecil yang ada di Pangkalpinang,
"Intinya ayo kita tetap belanja melalui online," katanya.
Sementara itu, Dhimas juga meminta kepada  para pelaku UMKM yang produk dan layanannya kontak langsung dengan konsumen (makanan, minuman, toko, dll) untuk menjaga keamanan dan kehigienisan produk serta layanan prima terhadap produk yang dijual.
" Kami juga memohon kepada pihak Perbankan atas kerja samanya untuk memberikan keringanan kepada UMKM dan non UMKM yang berdampak imbas Corona sesuai dengan
Peraturan OJK Nomor 11/POJK.3/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019," ujarnya. (*/BBR)
Laporan: @hada