Selangkah Lagi Provinsi Babel Menuju Provila

Ahada
Selangkah Lagi Provinsi Babel Menuju Provila
Bunda PAUD Provinsi Babel Melati Erzaldi saat menjadi narasumber kegiatan urban dialog dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2020 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Perencana (IAP), melalui aplikasi zoom, Kamis (23/7/2020). (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID - Pemda berkewajiban dan bertanggung jawab penuh dalam penyelenggaraan perlindungan anak di daerah.

Sehingga ada istilah Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dan Provinsi Layak Anak (Provila).

"Untuk menjadi Provila ini, ada kluster-kluster yang menjadi standar penilaian yang harus dipenuhi oleh pemerintah, bagaimana dengan akte kelahirannya, informasi layak anaknya apakah sudah baik," ungkap Bunda PAUD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Melati Erzaldi.

Hal ini dipaparkan Melati Erzaldi saat menjadi narasumber kegiatan urban dialog dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2020 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Perencana (IAP), melalui aplikasi zoom, Kamis (23/7/2020).

Dikatakan Melati, berbicara konsep layak anak, untuk di Bangka Belitung ini hampir semua kabupatennya layak anak.

Namun untuk provinsi belum menjadi provila, karena syarat provila ini setiap kabupaten harus memiliki poin minimal 500, dari kelima kluster.

Satu kabupaten yang menjadi KLA madya pada 2019 lalu yaitu Kabupaten Bangka Tengah.

Komitmen kepala daerah serta sinergi dengan semua stakeholder penting guna menuju provila ini.

"Bangka Belitung secara perlahan mulai berbenah dengan diinisiasi oleh Bangka Tengah pada tahun 2017, yang pertama kali mendeklarasikan diri sebagai kabupaten layak anak. Komitmen kepala daerah itu sangat penting, di Bangka Tengah dulu bupati yang menjadi inisiator adalah Gubernur Provinsi Kepulauan Babel saat ini," ungkap Melati Erzaldi, yang juga sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Klasifikasi layak anak ini ada tingkatannya seperti KLA pertama dengan poin 500-600, KLA madya dengan poin 600-700, KLA nindya dengan poin 700-800, KLA utama dengan poin 800-900, dan predikat KLA dengan poin 900-1.000.

Kluster tersebut di antaranya hak sipil kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus.

Provinsi Kepulauan Babel belum menjadi provila, kendalanya masih ada satu kabupaten yang belum mencapai poin 500.

Kewenangan provinsi adalah melakukan advokasi kabupaten dan kota di Bangka Belitung untuk mendorong untuk menjadi KLA, dan saat ini Provinsi Kepulauan Babel masuk menjadi provinsi pelopor KLA.

"TP PKK menjadi mitra pemerintah ikut mendorong percepatan provila. Dulu Bangka Belitung menjadi salah satu provinsi dengan angka perkawinan anak cukup tinggi bahkan menjadi tiga besar tertinggi se-Indonesia, saat ini angka itu sudah menurun di urutan ke-11," pungkasnya. (BBR)
Sumber : Lisia Ayu
Foto : Umar