Selektif Memilih Konsumen Kunci Usaha Rumah Kos Tetap Eksis

Irwan
Selektif Memilih Konsumen Kunci Usaha Rumah Kos Tetap Eksis

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID — Selektif dalam memilih konsumen menjadi salah satu kunci sukses dalam mengelola usaha rumah kos di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Seperti yang dilakukan Aan, pemilik sekaligus pengelola usaha rumah kos di ibukota kabupaten bangka ini. Lokasi yang strategis dekat dengan perkantoran pemda bangka, sekolah, akademi keperawatan, usaha kuliner, dan berbagai  nstansi pemerintah/ swasta membuat usaha rumah kos ini cukup dilirik konsumendari berbagai kalangan.

“Kami selektif memilih konsumen dengan latar kerja yang jelas agar uang masuk bisa berputar karena mengelola usaha rumah kos juga perlu biaya air, listrik, kebersihan, dan keamanan sehingga kenyamanan penghuninya akan lebih terasa agar lingkungan sekitar pun akan lebih kondusif,” ungkap Aan kepada babelreview,  Jumat (2/4/2021).

Namun demikian, katanya, usaha rumah kos  selain bersaing dengan usaha sejenis lainnya yang cukup banyak juga bersang dengan usaha perumahan subsidi sehingga pengelola tetap berupaya memberikan pilihan terbaik bagi para konsumen maupun calon penyewa lainnya.

Terlebih, menurutnya, imbas pandemic covid-19  juga berdampak terhadap arus masuknya pendatang atau wisatawan ke daerah ini sehingga bisa menurunkan jumlah konsumen.

“Tapi, dengan adanya perkembangan masuknya investasi ke bangka di berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata, maka pekerja dari luar pun perlu tempat tinggal dengan rumah kos sebagai pilihannya. Begitu pula dengan mahasiswa, keluarga baru, pekerja kantoran, dan lainnya menjadi target konsumen rumah kos dengan menawarkan suasana yang nyaman dan tarif yang terjangkau,” terangnya.

Dirinya yang mengelola sebanyak enam kamar kos ini mengaku memasang tarif Rp 400 ribu per kamar dengan lingkungan nyaman penuh dengan pepohonan rindang sehingga memberikan suasana yang segar dan teduh dan juga tenang sehingga penghuni pun lebih nyaman untuk beristirahat karena jauh dari kebisingan karena lebih ramah lingkungan. (BBR)

Laporan: Pras

Editor: Irwan