Seminar One Gudep One Product, Ajang Motivasi Pramuka Mandiri Ekonomi

Irwan
Seminar One Gudep One Product, Ajang Motivasi Pramuka Mandiri Ekonomi
Kwarda Gerakan Pramuka Babel. Foto: Ist

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Ketua Kwartir Daerah Babel Melati Erzaldi yang turut mengikuti vidcon Smart Class Online Festival Mei 2020 dengan tema One Gudep One Product, Rabu (13/5/2020). Melati Erzaldi menyambut baik kegiatan tersebut, selain untuk silaturahmi juga untuk saling menyemangati satu sama lain karena sudah beberapa minggu kita beraktivitas dari rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Melati Erzaldi juga menjelaskan tentang One Gudep One Product yang merupakan program untuk mendorong adik dan kakak pramuka untuk bisa mandiri, dalam hal ini kita dorong mandiri secara ekonomi.

Program ini sudah berjalan dari tahun 2019, sudah ada gugus depan yang melaunching karya produknya masing-masing, dimulai dari SMA 1 Jebus yang pertama kali melaunching One Gudep One Product ini.

Kakwarda Melati berharap melalui pertemuan ini, dirinya ingin membangkitkan jiwa entrepreneurship anak-anak SMA, walau masih SMA bisa mulai sedini mungkin untuk mempunyai jiwa enterpreneur. Kita juga mendorong bagaimana UMKM yang ada di Babel bisa tetap eksis di maaa pandemi Covid-19, yakni dengan melakukan gerakan, meminta bantuan dan arahan Gubernur Erzaldi, serta mengimbau ASN membeli produk UMKM.

Kakwarda Melati juga mengajak peserta untuk bisa dan siap beradaptasi dengan perubahan yang ada di lingkungan, termasuk perubahan yang terjadi di masa pandemi ini.

“Satu lagi program kita ke depan, mengenai ketahanan pangan dan ini menjadi perhatian Kwarda Babel, kita akan membuat program eco smart garden, dengan mengombinasikan tanaman dan perikanan. Semoga ini bisa menjadi pionir di Indonesia, dan ini satu-satunya di Babel,” tambahnya.

Kakwarda Melati menjelaskan, bahwa salah satu kegiatan di 2020 ini adalah refocusing percepatan penanganan Covid-19 dan pramuka sebagai bagian dari Satgas Penanganan Covid-19.

“Berbagai kegiatan sudah kita lakukan misalnya membuat instalasi cuci tangan kemudian kita berikan kepada kwarcab dengan harapan titik penempatan instalasi cuci tangan yang ditentukan itu memang bermanfaat. Selain itu kita juga membuat masker kain, kita juga membagikan bansos kepada pembina kita yang terdampak Covid-19, hal ini sebagai bentuk perhatian kita,” jelas Melati. (BBR)