Senja Biru di Tanjung Asmara, Titik Romantisme Kawasan Pantai Timur Sungailiat

Irwan
Senja Biru di Tanjung Asmara, Titik Romantisme Kawasan Pantai Timur Sungailiat
Suasana senja di Pantai Tanjung Asmara, Sungailiat. Foto: Irwan

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID“Oh, biru, Detak jantungmu membawa aku, Berlayar tengah samudra cintamu.” Sepenggal lirik lagu “Biru” ciptaan musisi Anda Perdana, seakan menyatu dengan nuansa senja di Tanjung Asmara.

Biru, dalam lagu tersebut mewakili sebuah emosi dan kejujuran dalam mengungkapkan perasaan. Begitu pun senja biru, mampu mengungkapkan nuansa romantisme.

Suasana jingga saat matahari tenggelam memang selalu berkesan. Namun, menikmati senja di pantai yang menghadap ke timur akan membawa kesan romantisme mendalam. Membawa diri hanyut dalam suasana biru. 

Sore itu, hari semakin menua. Cahaya semakin redup. Suhu warna berada dibawah 4000 derajat kelvin. Langit Pantai Tanjung Asmara semakin membiru seakan tak ada batas antara langit dan laut. Hanya sedikit semburat jingga yang menoreh dari barat. Hening dan sepi, hanya terdengar debur ombak dan selisir angin.

Pantai Tanjung Asmara terletak tepat di bawah Puri Tri Agung, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Di kanan dan kiri pantai terdapat tumpukan batu granit raksasa yang mengapit tanjung dengan hamparan pasir putih. Tumbuhan pandan laut tumbuh subur di pantai ini.

Pantai tersebut terlihat jelas dari atas Puri Tri Agung. Sebab itu, tak jarang pengunjung Puri Tri Agung menyempatkan turun, menikmati bersentuhan langsung dengan pantai. Untuk yang suka dengan pantai yang masih alami, Tanjung Asmara menjadi wajib ada dalam daftar agenda liburan.

Untuk menuju pantai terdapat beberapa jalan setapak dengan kontur tanah cukup miring. Tapi hati-hati, karena sekali berkunjung akan jatuh cinta pada panoramanya.

Pantai yang identik dengan batu granit raksasa ini nyatanya menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Biasanya ada dua tipe pengunjung, yakni menikmati suasana pantai dari atas batu granit atau telanjang kaki menelusuri bibir pantai.

Seorang pengunjung asal Pangkalpinang, Nasya bersama keluarga kecilnya, memilih Pantai Tanjung Asmara untuk berlibur. Menurutnya suasana sore pantai yang tenang membuatnya lebih rileks. Langit dan laut biru dengan cahaya meredup diakuinya memberikan kesan romantis.

Dikatakan Nasya, tak harus melakukan banyak hal di pantai ini. Cukup jalan perlahan meninggalkan jejak kaki di pasir dan merasakan suasana sore membiru, sudah membuat jiwa merasakan romantisme mendalam. Sebuah ungkapan untuk menggambarkan hubungan jiwa dengan nuansa alam.

“Kami lebih suka pantai yang masih alami seperti suasana di pantai ini. Walaupun cuma jalan-jalan di pasir sambil pegangan tangan, merasakan kaki kena ombak, buat kami itu adalah hal sederhana yang cukup membuat suasana hati nyaman dan rileks. Apalagi makin sore rasanya suasana pantai makin romantis,” kata Nasya.

Nasya berpesan, bagi pengunjung Pantai Tanjung Asmara dari arah Pangkalpinang sebaiknya menempuh via lintas timur. Menikmati perjalanan lintas timur seakan menjadi satu paket dengan suasana Pantai Tanjung Asmara.

Perjalanan romantisme mulai terbangun saat melewati lintas timur yang sepi dan tenang, bagai negeri tak bertuan. Ilalang dan cemara laut di kiri dan kanan menemani setiap jalan lurus, membuat setiap jiwa damai. Perjalanan romantisme semakin larut dan memuncak pada sebuah titik. Titik itu bernama Tanjung Asmara. (BBR)