Setelah Teh Kayu,Desa Ketap Kembangkan Ubi Kasesa

Admin
Setelah Teh Kayu,Desa Ketap Kembangkan Ubi Kasesa
Foto:Ist

BANGKA BARAT, BABEL REVIEW -- Desa Ketap yang terletak Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat memiliki potensi pertanian, pesona pantai yang indah, kebudayaan dan kearifan lokal serta produk ekonomi kreatif masyarakat yang sudah terkenal luas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Desa Ketap sendiri memiliki dua dusun dalam struktur pemerintahannya yakni Dusun Ketap dan Dusun Tayu.

Salah satu produk lokal yang terkenal dari Desa Ketap adalah teh Tayu. Tanaman teh yang tumbuh di Dusun Tayu adalah teh hijau yang tergolong unik karena tanaman teh biasanya tumbuh dan berkembang di dataran yang tinggi atau pegunungan, namun teh hijau Tayu ini bisa hidup dan ditanam di dataran yang rendah.

Selama ini sudah banyak konsumen yang mencicipi teh hijau Tayu, baik berasal dari dalam daerah maupun luar daerah saat berkunjung ke Bangka Barat. Teh hijau ini memiliki merek dagang tersendiri sehingga teh hijau Tayu menjadi oleh-oleh khas bila berkunjung ke Desa Ketap Selain Teh Tayu, Kepala Desa Ketap, Indra menjelaskan warga masyarakat juga memanfaatkan lahan untuk berkebun dengan tanaman komoditas seperti lada, karet dan sawit.

Terbaru yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa adalah budidaya ubi kasesa. Ubi kasesa saat ini mulai proses penanaman dengan target penanaman 300 hektare. “Ubi Kasesa saat ini menjadi komoditi prioritas karena sudah ada MOU dengan perusahaan untuk budidaya dan pemasarannya. Saat ini lahan yang telah dibuka 30 hektare dan sudah ditanam.

Target penanaman nantinya berkisar 200 hektare agar sektor pertanian dapat menjadi komoditas unggulan bagi masyarakat,”jelas Indra. Desa Ketap yang memiliki luasan wilayah 11.864,60 hektare terdiri dari kawasan pemukiman, hutan produksi dan hutan lindung serta area penggunaan lain.

Untuk mencapai target desa yang menjadikan sektor pertanian sebagai sektor unggulan, saat ini Kepala Desa Ketap telah melakukan pendataan dan pengajuan proposal melalui Dinas Kehutanan untuk mengupayakan agar kawasan hutan produksi dapat dikelola oleh masyarakat.

Indra berharap Pemerintah Kabupaten juga mendukung upaya tersebut. “Kami dari Pemerintah Desa membutuhkan perijinan untuk mengelola hutan produksi karena hal tersebut akan mempermudah warga untuk bercocok tanam.

Dengan adanya surat perijinan tersebut nantinya petani dapat bekerjasama dengan perusahaan terkait budidaya dan pemasaran ubi kasesa,”harapnya. Desa Ketap juga menyimpan pesona wisata alam yang cantik.

Pantai Jerangkat dan Pantai Penyabung menjadi lokasi yang menarik untuk dikunjungi. Warga masyarakat sekitar dan pengunjung yang datang disuguhi pemandangan pantai yang masih asri, hamparan pasir dan bebatuan serta pulau kecil yang indah menjadikan pantai ini jadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi.


Penulis  : BBR                             
Editor    : Sanjay
Sumber  :Babel Review