Sikapi Empat ASN Pangkalpinang Tertangkap Usai Nyabu, Zulfriady: Mencoreng Wajah Walikota!

Ahada
Sikapi Empat ASN Pangkalpinang Tertangkap Usai Nyabu, Zulfriady: Mencoreng Wajah Walikota!
Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Zulfriady. (Gusti/babelreview)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Ketua Komisi I DPRD Pangkalpinang, Zulfriady menyayangkan adanya empat oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, yang  tertangkap oleh BNN Kota Pangkalpinang usai mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

"Jadi dari itu memang sangat memalukan sekali. Kita sebagai warga Pangkalpinang dengan program Senyum Pak Molen, bersih-bersihnya ini sangat disayangkan sekali. Artinya sangat menyesal melihat ASN yang begitu tidak mendukung program bebas narkoba Pak Walikota," ujar Zulfriady, Kamis (19/3/2020).

Ia mengatakan, pemberantasan peredaran narkoba ini merupakan program pemerintah pusat dan daerah untuk membersihkan dari penyalahgunaan narkoba.

"Kok, ASN yang memberikan contoh enggak benar, memberikan contoh buruk kepada masyarakat. Mencoreng wajah walikota itu," tegasnya.

Ia juga menyebutkan, DPRD Kota Pangkalpinang sangat sedih dan sangat menyesalkan atas kejadian ini.

Zulfriady melanjutkan, pihaknya mempersilahkan kepada pihak yang berwajib untuk memproses keempat oknum ASN tersebut.

"Jadi kepada pihak yang berwajib tolong diproses dengan sebenarnya, kalau bisa dihukum berat. Kepada Walikota harap jangan dibela diberi bantuan hukum apapun. Silahkan dia sendiri, karena memalukan Pemkot Itu artinya memalukan walikota," ucapnya.

Ia juga menyebutkan, DPRD  sangat sedih dan prihatin atas kejadian tersebut, karena kasus ini dinilai merusak generasi berikutnya.

"Pengedar atau pemakai enggak tahu ya, tapi ini indikasinya, takutnya pengedar. Ini akan merusak generasi anak kita. Ini mencoreng wajah walikota dan mencoreng wajah Pemkot. Apalagi ini pejabat daerah lagi Sekcam, bukannya memberikan contoh malah mengajak tidak benar," ujarnya.

Zulfriady juga meminta kepada pihak berwajib, keempat oknum ASN tersebut di hukum seberat-beratnya.

"Pecat sajalah, jangan dibela-bela kalau narkoba ini. Jadi saya berharap dengan walikota jangan dibela orang-orang begini, hukum seberat-beratnya. Jadikan shocktherapy kepada yang lain-lainnya," tegasnya. (BBR).


Laporan: Gusti