Sinfu Panen Ratusan Kilo Cabe Merah Setiap Hari

Admin
Sinfu Panen Ratusan Kilo Cabe Merah Setiap Hari
Foto:Andre

BANGKA TENGAH, BABEL REVIEW – Sinfu, seorang petani warga Desa Trubus, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah telah membuktikan bahwa bertanam cabe merah keriting merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Dalam sehari Sinfu mampu memanen ratusan            kilo cabe merah keriting yang ia tanam dengan system mulsa di lahannya.

Namun demikian, kesuksesan Sinfu tidak didapat begitu saja. Ia harus bekerja keras berpeluh keringat sejak pagi hingga sore setiap hari. Sulitnya ekonomi di pedesaan serta timah yang tak lagi bisa diandalkan memicu Sinfu untuk beralih menjadi petani cabe merah.

Adapun jenis cabai yang ditanam ialah jenis cabe Lado dan Krida yang masing-masing mempunyai keunggulannya sendiri-sendiri. Lado misalnya, terkenal dengan buahnya yang besar dan panjang. Meskipun ditanam di lahan yang terbatas dan termasuk dalam skala kecil tapi hasil panen cabe merah keriting Sinfu tidak main main.

Per hari ia berhasil memanen 300 hingga 500 kilogram cabe Menurut Sinfu, sebenarnya bertani cabe sudah lama ia lakukan, kurang lebih sejak tahun 1994 atau tepatnya24 tahun silam. “Namun saat itu masih skala kecil dan akhirnya mengingat hasilnya yang bagus barulah kita kembangkan,” ujar Sinfu.

Saat ini Sinfu mengelola lahan seluas 1,5 hektare yang ia tanami cabe merah keriting. Ketika waktu panen tiba biasanya Sinfu memberdayakan masyarakat sekitar untuk membantunya memanen cabe. "Saya juga memberdayakan masyarakat sekitar bahkan dari desa lain khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk membantu memetik cabe.

Upahnya pun 80 ribu per harinya. Hitung-hitung membantu perekonomian masyarakat, selain itu kerja para ibu-ibu juga cekatan,” ujar Sinfu. Lebih lanjut ia mengatakan bermaksud memperluas lahan yang akan ditanami cabe mengingat prospeknya yang sangat bagus. Rencana ini juga diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Sementara itu Kades Trubus, Ngiat Hiang menambahkan, adanya petani cabe merah keriting di Desa Trubus merupakan terobosan baru serta dapat memotivasi masyarakat agar giat bertani. "Umumnya masyarakat hanya berkebun lada, kelapa sawit, dan karet.

Padahal banyak tanaman lain yang bisa dicocok tanam yang tidak banyak menggunakan lahan dan biaya perawatan tapi hasilnya luar biasa," kata Ngiat Hiang. Ngiat Hiang berharap agar hasil pertanian masyarakat dan kelompok tani dapat dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) agar lebih mudah mengontrol masalah harga.

Dia menilai, bertani cabe merah merupakan progres yang sangat baik dan menjanjikan. Hal ini dibuktikan dengan penghasilan petani yang meningkat, termasuk tenaga kerja yang terserap dari masyarakat sekitar yang mengambil upah panen serta pihak Bank Indonesia yang berani mendukung untuk mengembangkan pertanian ini. (BBR)


Penulis  : Andre
Editor   :  Sanjay
Sumber  :Babelreview