Siswi MAN Pangkalpinang Ini Ngaku Sulit Buat Berita, Begini Nasihat Pimred Babel Review

kasmirudin
Siswi MAN Pangkalpinang Ini Ngaku Sulit Buat Berita, Begini Nasihat Pimred Babel Review
PELATIHAN JURNALISTIK – Pemimpin Redaksi Babel Review, Dodi Hendriyanto saat memberikan materi pelatihan jurnalistik kepada siswa siswi MAN 1 Pangkalpinang. (foto: Kusuma)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW -- Intan (16), siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pangkalpinang mengaku kesulitan menentukan angle berita. Bahkan Intan juga sulit membuat judul berita yang menarik orang untuk membaca berita buatannya.

Tidak saja Intan. Teman satu sekolah, Wulan juga mengaku masih kesulitan menyusun tulisan yang enak untuk dibaca. Apalagi jika narasumbernya banyak, maka Wulan akan kebingungan mendahulukan peristiwa yang satu dengan yang lainnya.

Keluhan Intan dan Wulan ini disampaikan saat pelatihan jurnalistik di Aula MAN 1 Pangkalpinang, Jumat (19/10/2018). Kedua siswi ini merupakan bagian dari 50 siswa dan siswi MAN 1 Pangkalpinang yang mengikuti program jurnalistik majalah Arrasyid, yang terbit tiga mingguan milik sekolah yang berlamat di Jalan Raya Mentok Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut Siti Barokah, salah satu Panitia Pelatihan Jurnalistik MAN 1 Pangkalpinang, kegiatan ini merupakan agenda tahunan Majalah Arrasyid. Pasalnya, majalah yang sudah terbit lebih dari lima tahun ini, setiap tahunnya harus merekrut wartawan baru dari siswa dan sisiwi MAN 1 Pangkalpinang.

"Setiap tahun kan kepenguruan majalah berganti, karena untuk yang kelas XII biasanya sudah stop karena harus lebih berkonsentrasi pada ujian akhir. Makanya, setiap tahun kita merekrut wartawan baru dari kelas X dan XI," ujar Siti Barokah.

Pelatihan jurnalistik ini, kata Siti untuk menambah wawasan dan meningkatkan kualitas menulis wartawan Majalah Arrasyid. Pelatihan kali ini menghadirkan Pimred Babel Review Dodi Hendriyanto dan Manajer Bangka Pos Adityawarman.

"Untuk bisa cepat menjadi wartawan atau penulis berita baik adalah tulislah yang kamu pikirkan, jangan pikirkan yang kamu akan tulis," ujar Dodi memberikan saran kepada 50 pesetta jurnalistik.

Selain menjelaskan unsur berita, jenis berita dan cara menemukan berita, Dodi juga menjelaskan teknik wawancara dan teknik menulis berita.

"Amati, dengarkan dan tulis. Modal menulis berita itu adalah fakta inpiris dan fakta opini," tukas Dodi.

Berita yang bagus, lanjut Dodi, biasanya berita yang direncanakan, mulai dari menentukan tema, narasumber sampai materi wawancara yang akan ditanyaknya kepada narasumber. Semakin banyak bertanya, maka semakin banyak data yang diperoleh.

Pada sesi terkahir, para peserta jurnalistik ini diajak praktek menulis langsung oleh Adityawarman. Para siswa dan siswi MAN 1 Pangkalpinang ini diajak belajar wawancara, mendengarkan, mencatat dan selanjutnya membuat berita. Sebagai model menjadi narasumber ditunjuklah Risma Alvaraji, seorang siswa peraih juara II lari 200 meter tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Silahkan kalian bertanya sedetail mungkin kepada narasumber ini. Tujuannya, semakin banyak data yang diperoleh, maka semakin lengkap berita tentang risma ini yang bisa kalian tulis," ujar Aditya.

Pelatihan jurnalistik ini memakan waktu sekitar dua jam. Beragam pertanyaan disampaikan para peserta, yang semuanya dijawab secara tuntas oleh kedua narasumber. (BBR)


Penulis : Kusuma
Editor   : Kasmir
Sumber :Babelreview