SMP Negeri 3 Merawang Berencana Buat Agrowisata Pohon Simpur

kasmirudin
SMP Negeri 3 Merawang Berencana Buat Agrowisata Pohon Simpur
Teh Daun Simpur. (Foto: Nirwan)

MERAWANG, BABELREVIEW -- SMP Negeri 3 Merawang kedepannya juga memiliki rencana mengembangkan kawasan di belakang sekolah untuk menjadi taman pohon simpur. Taman ini nantinya selain sebagai budidaya tanaman simpur, juga sebagai pusat studi pengembangan tanaman simpur dan lokasi agrowisata.

“Kalau di Bangka Tengah ada wisata hutan pelawan, kita ingin di Bangka Induk ini memiliki taman pohon simpur rencananya nanti di belakang sekolah. Nanti akan ada tahapan-tahapannya jadi branding sekolah ini akan terus berkembang,” ujarnya.

Pohon simpur dipilih karena memiliki banyak manfaat dan memiliki kandungan yang baik bagi kesehatan. Sejak lama daun simpur digunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan, apalagi sebelum penggunaan kantung plastik. Dulu daun simpur biasanya digunakan sebagai pembungkus ikan segar, tempe, lontong, tapai, dan makanan lain. Selain memiliki ukuran yang lebar dan tebal, daun simpur dipercaya dapat membuat makanan tidak cepat rusak.

Selain itu, SMP Negeri 3 Merawang ingin mengembangkan tanaman simpur menjadi berbagai produk. Tanaman simpur ini nantinya juga akan menjadi brand sekolah. Mengawali hal tersebut, pihak sekolah mengadakan sosialisasi kepada peserta didik dan guru yang mendatangkan para praktisi dari Jakarta maupun Staf Dinas Kehutanan Suhada yang juga seorang pemerhati lingkungan dan potensi alam, Selasa (18/9/2018) di SMP Negeri 3 Merawang.

Suhada sebagai pemerhati lingkungan dengan keahliannya mengembangkan potensi alam menjadi sebuah produk bernilai ekonomi mencoba memberi pemahaman kepada peserta didik maupun guru tentang manfaat sumber daya alam yang dimiliki daerah, termasuk tanaman simpur. Tak hanya daun, bagian lain dari tanaman itu juga memiliki manfaat, contohnya getah batang dapat diolah menjadi produk minyak rambut alami.

“Dengan pengetahuan sumber daya alam kita bisa mengembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Apalagi orang di luar negeri sudah sadar tidak ingin lagi menggunakan produk sintetis, kembali yang alami karena sehat itu kebutuhan. Dengan begitu ini akan menjadi produk unggulan karena di daerah lain dan luar negeri tidak ada yang seperti ini,” jelas Suhada.

Dengan mengembangkan tumbuhan simpur, Suhada berharap akan mendorong masyarakat membudidayakan tanaman endemik lokal dan menanam di lahan bekas tambang. Karena tanaman lokal tak perlu lagi beradaptasi pada lahan yang memiliki polutan tinggi. Otomatis dapat menyelamatkan ekosistem dan lingkungan hidup dengan tanaman endemik lokal yang kaya akan manfaat. (BBR)


Penulis : Irwan
Editor   : Kasmir
Sumber :Babelreview