Soal Cheng Beng, Amri Cahyadi: Boleh Dilaksanakan Asal Terbatas di Rumah Saja

Ahada
Soal Cheng Beng, Amri Cahyadi: Boleh Dilaksanakan Asal Terbatas di Rumah Saja
Perayaan Cheng Beng. (Ilustrasi/ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Pelaksanaan Festival Qingming atau Cheng Beng yakni ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah kubur sesuai dengan ajaran Khong Hu Cu di Bangka Belitung, yang puncaknya 4 April 2020 mendatang, masih terus berpolemik.
Kendati mayoritas masyarakat menolak, namun Pemerintah Provinsi Bangka Belitung memberi lampu hijau dilaksanakannya Cheng Beng dengan pelaksanaan terbatas atau hanya boleh dirayakan dengan tidak melibatkan keluarga warga Tionghoa di luar Babel.
Sikap senada juga dipertegas oleh politisi PPP Bangka Belitung, Amri Cahyadi. Anggota DPRD Babel yang selama ini terkenal tegas mengkritisi terkait tradisi dan budaya etnis Tionghoa di Bangka Belitung, kali ini memberi pernyataan yang lebih lunak.
Menurut Amri, Cheng Beng adalah ibadah atau ritual sesuai kepercayaan umat Khong Hu Cu yang waktunya tidak bisa ditunda.
"Sama seperti ibadah haji, sholat  dan lainnya yang sudah ada ketetapan waktunya. Jadi tak mungkin harus ditunda," kata Amri yang juga Wakil Ketua DPRD Babel ini.
Kendati boleh dirayakan, lanjut Amri, hendaknya Cheng Beng di Babel tidak dilaksanakan dengan kegiatan berkumpul atau berkerumun di tempat umum.
"Laksanakan ritual ini di rumah atau berkumpul dengan keluarga masing-masing. Anjuran ini sesuai dengan imbauan pemerintah yang melarang berkerumun di tempat umum," ujar Amri.
Terkait masalah kedatangan warga Tionghoa dari luar Babel, Amri meyakini keluarga etnis Tionghoa di luar Babel akan mengikuti aturan negara yang membatasi keluar masuknya orang dari dan ke dalam suatu daerah
"Dengan ketatnya jalur dan persyaratan masuk, maka sebaiknya untuk tahun ini Cheng Beng cukup dilaksanakan di wilayah masing-masing," ujar Amri. (BBR)
Laporan: CJ Ican