Soal Pabrik Tahu Tebarkan Bau Busuk di Kace, Pemilik dan Warga Capai Kata Sepakat

Ahada
Soal Pabrik Tahu Tebarkan Bau Busuk di Kace, Pemilik dan Warga Capai Kata Sepakat
Plt Kades Kace Jalaludin. ( ist)

MENDOBARAT, BABELRIVIEW.CO.ID--Persoalan limbah usaha pembuatan tahu berlokasi di Jalan Air Penyangkar Dusun III Desa Kace yang diklaim oleh warga menebarkan aroma tak sedap baru-baru ini, akhirnya menemui titik terang setelah pemdes setempat mempertemukan pihak terkait, Rabu (13/05/2020) di kantor desa setempat.

Pertemuan yang dipimpin Plt Kades Kace Jalaludin dan dihadiri para aparat desa, BPD, FKPM, perwakilan warga dan pemilik usaha pembuatan tahu tersebut, menghasilkan keputusan bahwa usaha pembuatan tahu milik Rizal tersebut boleh melanjutkan usaha dengan beberapa persyaratan.

Plt Kades Kace Jalaludin kepada BBR mengatakan sejumlah persyaratan yang diajukan tersebut sudah disanggupi oleh pemilik usaha pembuatan tahu.

"Intinya dari hasil rapat  tadi sudah ditemukan kesepakatan antara perwakilan warga dan pemilik usaha pembuatan tahu," ujar Jalal.

Dikatakan Jalal, pemilik usaha pembuatan tahu menyanggupi kalau limbah harus  dialirkan ke parit besar yang berada  di belakang tempat pembuatan tahu. 

"Dengan begitu, limbah tidak menampung dan tergenang," kata Jalal. 

Lebih lanjut dikatakan Jalal, jam pembuatan tahu juga diatur, sehingga suara mesin tidak mengganggu istirahat warga sekitar.

"Jam operasi juga diatur. Boleh dimulai dari pukul 04.00 WIB sampai siang. Atau kalau sore dimulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Sedangkan mesin pembuat tahu akan dibuat tempat khusus dari beton agar tak menimbulkan suara bising," ujar Jalal.

Ia menambahkan, pemilik usaha pembuatan tahu sudah mengantongi izin yang dikeluarkan oleh dinas terkait. (BBR)


Laporan: Ichsan Mokoginta Dasin