(SOROTAN BBR) Good Bye 2019, Mohon Maaf Pariwisata Babel Kurang Bergairah

Ahada
(SOROTAN BBR) Good Bye 2019, Mohon Maaf Pariwisata Babel Kurang Bergairah
Mercu Suar di Tanjung Kalian Muntok Kabupaten Bangka Barat. (Foto:Firly)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID  -- Sepanjang tahun 2019, pariwisata di Bangka Belitung dinilai kurang bergairah. Kondisi tersebut diakibatkan tingginya harga tiket pesawat terbang menuju Babel. 

Melonjaknya harga tiket pesawat terbang ini sudah berlangsung kurang lebih satu tahun. Namun belum ada solusi konkrit untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Tahun ini wisata Babel menurun sekali. Hal ini mungkin dikarenakan dampak pasca tragedi Lion Air 2018 lalu yang kemudian di lanjutkan naiknya harga ticket. Sehingga animo masyarakat untuk masuk ke Babel, Bangka khususnya menurun ," ujar Yuna Ekowati, Pemerhati dan Pegiat Pariwisata Bangka Belitung.

Yuna berharap hal ini perlu menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Babel dan perlu segera mencari solusinya. Pasalnya jika terus berlanjut  dengan kondisi tersebut, tak menutup kemungkinan Tahun 2020 nanti, pariwisata Babel akan terus melemah.

"Jika harga  tiket bisa turun, saya yakin pariwisata domestik akan menggeliat kembali. Semua pada dasarnya tergantung harga tiket , karena pariwisata adalah kebutuhan sekunder bukan kebutuhan primer," ujarnya.

Kendati demikian, Yuna tetap optimis Pariwisata Babel akan terus maju dan berharap Pemerintah Provinsi Babel dapat duduk bersama dengan pelaku pariwisata untuk memikirkan arah perkembangan wisata Babel kedepan.

"Memperbaiki infrastruktur, promosi yang tepat sasaran, duduk bersama dengan pelaku pariwisata untuk menyatukan persepsi dan goal nya seperti apa, agar pariwisata bukan hanya sebagai lips service, tapi action," ungkapnya.

Yuna menyarankan Pemprov Babel membuat kerjasama dan meminta dukungan pihak swasta maupun BUMN yang ada di Bangka Belitung.

"Misalnya perlu sinergi antara PTTimah , pemerintah dan  pelaku pariwisata di Babel. Harus duduk bersama dan menemukan kesepakatan pariwisata. Jangan berjalan sendiri-sendiri sehingga tidak tercapai tujuan yang di harapkan," pungkasnya.

Melemahnya Pariwisata Babel sepanjang tahun 2019 ini juga diamini oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bangka Belitung (Babel) Ust Dede Purnama. Menurut Politisi PPP ini, Pariwisata Babel saat ini memang sedang dalam kondisi kurang menggairahkan.

" Sebenarnya jika dibandingkan tahun lalu sudah lumayan membaik, hanya saja saya melihat adanya efek dari harga tiket yang terlalu mahal mengakibatkan kunjungan ke Bangka menurun," ungkap Dede.

Untuk itu, kata Dede, Pemerintah Provinsi Babel perlu melihat fenomena ini sebagai masalah yang cukup serius agar segera ditemukan solusi yang tepat.

Lebih lanjut, Dede mengatakan Pemerintah Babel harus mulai serius menggarap Pariwisata ini, salah satunya dengan mulai mengatur tambang laut ilegal yang selama ini menjadi momok bagi kemajuan wisata Babel.

"Kita meminta pemerintah untuk serius lah menggarap Pariwisata. Babel ini yang kita jual adalah alam-nya, pantai-pantainya. Jadi jika serius ingin menggarapnya, maka kita perlu sepakat bahwa seluruh tambang-tambang laut yang merusak ekosistem laut harus kita hentikan. Jangan terkesan paradox, kita berniat menjual pantai, tapi bersamaan dengan itu kita legalkan penambang liar untuk menambang dilaut kita," sebutnya.

Dede mengungkapkan, kondisi ini memang telah menjadi dilema sejak lama bagi seluruh stakeholder terkait. Dulu air pantai Babel begitu indah, namun sekarang kondisinya keruh dan memperihatinkan.

"Saya berharap pemerintah tegas  karena diantara tugas gubernur yakni menjamin keamanan serta kestabilan. Mari kita bekerja sama, kita seriuskan untuk menjual pariwisata kita, Jangan biarkan penambang liar merusaknya" ujar Dede.

Lebih lanjut, Dede menambahkan Pemprov Babel harus memutar otak untuk mulai mempersiapkan alternatif wisata lain, sebagai penunjang wisata alam yang dimiliki.

"Selain pantai kita juga perlu mengembangkan wisata lain seperti wisata budaya, dimana kita bisa menunjukkan budaya khas yang kita miliki. Selain itu juga wisata kuliner yang perlu ditata lagi dengan baik. Jadi wisatawan yang datang tidak hanya melihat pantai saja, sehingga selalu berkesan," tambahnya. 

Sementara itu, terkait anggaran Dede mengatakan DPRD akan lebih intens membahas hak itu dan segera akan mengesahkan beberapa anggaran untuk event yang cakupannya nasional.

"Walaupun anggaran yang disahkan di tahun 2020 belum ada, tapi nanti akan kita anggarkan, pada anggaran perubahan. Maka diakhir tahun akan kita selenggarakan event nasional dan ini perlu sinergitas atau kerjasama antara DPRD dan Pemprov Babel bagaimana nantinya memanfaatkan momen-momen tersebut untuk meningkatkan pariwisata Babel," pungkasnya. (BBR)

Penulis: Dikos S