SPJ Tahap II Tak Kunjung Cair, Belapun Kritisi Birokrasi Pemkab Bateng

kasmirudin
SPJ Tahap II Tak Kunjung Cair, Belapun Kritisi Birokrasi Pemkab Bateng
Komunitas Jurnalis Bangka Tengah, Belapun. (Foto: Ist)

KOBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Jurnalis Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tergabung dalam Komunitas "Belapun" mengkritisi kinerja Pemkab Bateng, khususnya Asisten I dan bendahara terkait lambannya penyelesaian SPJ Pencairan Tahap 2.

Hal tersebut diutarakan langsung oleh, Ketua Komunitas Belapun Bangka Tengah, M. Tamimi di Koba. Dirinya mempertanyakan lambannya birokrasi yang dilakukan oleh Pemkab Bangka Tengah terkait SPJ pencairan tahap 2 untuk media.

"Sampai saat ini kami masih mempertanyakan kenapa pencairan tersebut belum selesai, apa perlu media yang mengambil alih semuanya biar lebih cepat selesai," ujar Tamimi, Kamis (1/8/2019).

Dirinya mengatakan, seringkali pihak media menerima banyak alasan yang dilontarkan pihak Asisten I dan bendaharanya, bahkan sekarang pun pihaknya harus menunggu lagi. Karena yang punya wewenang untuk tanda tangan sedang menikmati masa cuti.

"Terakhir kita tanya alasannya, ternyata Asisten I, Elli Irsyah sedang cuti termasuk bendahara, kedepanpun selalu seperti itu dengan alasan yang bermacam-macam. Giliran sudah ramai di media, baru minta dicooling down," ucapnya.

Dirinya menyampaikan, kalau kinerja oknum ASN yang seperti ini bertolak belakang dengan perolehan penghargaan WTP yang digembor-gemborkan oleh Pemkab Bangka Tengah.

"Antara penghargaan dengan realisasi di lapangan masih jauh dari kata memuaskan. Hal seperti tidak boleh didiamkan, karena bisa memalukan Pemkab Bangka tengah itu yang katanya dinobatkan sebagai kabupaten dengan laporan keuangan cepat dan akuntabel," jelasnya.

Tamimi menuntut adanya perbaikan birokrasi, apabila tidak ada penyelesaian terkait SPJ Pencairan Tahap 2 ini, pihaknya akan segera mengambil alih.

Sementara itu, wartawan Antara, Ahmadi, menyampaikan kalau berkas media sudah masuk ke bidang humas sejak Bulan Juni lalu. Namun, sampai sekarang belum juga ada finalisasi.

"Sesuai catatan kami, ini adalah proses pencairan berkas terlama dan perlu digarisbawahi, setiap pemberkasan di humas selalu ada kendala dan tidak pernah berjalan mulus. Ini seharusnya jadi bahan eveluasi buat mereka," tandasnya. (BBR)


Penulis  : Faisal
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review