Status Kapal Keruk PT Kobatin masih Teka Teki

kasmirudin
Status Kapal Keruk PT Kobatin masih Teka Teki
Keberadaan kapal keruk milik PT Kobatin yang kondisinya karang di kolong Bemban, hingga kini masih belum jelas.(foto:Andre)

KOBA, BABELREVIEW -- Status aset kekayaan negara yakni Kapal keruk timah PT Kobatin yang sebagian karam di Kolong Bemban, Koba, Bangka Tengah hingga saat ini belum ada kejelasan statusnya. Mengambangnya status kapal keruk tersebut diakibatkan hingga kini tidak ada yang tahu, apakah karam begitu saja atau sudah dilelang.

Anggota DPRD Bangka Tengah, Apri Panzupi, sempat mengusulkan supaya aset negara berupa kapal keruk tersebut dilelang saja, dibandingkan terbengkalai dan hampir karam di Kolong Bemban.

Beberapa bulan lalu pihak PT Kobatin melayangkan gugatan kepada pihak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), supaya aset kapal keruk di Bemban itu dikembalikan kepada mereka.

"Hanya saja, sampai saat ini kami belum menerima informasi apapun, apakah kapal keruk itu disetujui dikembalikan atau tidak ke pihak PT Kobatin," ujarnya, Kamis (5/7/2018).

Tersiar kabar yang merebak terkait kapal tersebut terindikasi telah dalam proses pelelangan, bahkan lebih jauh telah di ada pembayaran uang muka miliaran rupiah oleh seorang pengusaha asal Surabaya, mengejutkan Apri.

"Patut kita cari tahu sama-sama kejelasannya. Kalau sampai benar demikian, sampai sekarang kami belum menerima informasi apapun siapa pihak yang melelang. Bahkan, sepengetahuan kami sampai saat ini kapal keruk itu masih dalam pengawasan Kementerian ESDM," ujarnya

Meski demikian, Apri menegaskan, jika memang benar kapal keruk tersebut telah dilelang harus melalui prosedur yang jelas dan sesuai dengan ketentuan.

"Kalau memang resmi sesuai ketentuan, ya silahkan saja. Namun, jangan sampai aset itu dilelang oleh pihak tak berkepentingan," tambahnya.

Apri pun mengingatkan, jika masih ada kewajiban PT Kobatin yang masih harus diselesaikan. Mulai dari tanggung jawab terhadap mantan karyawan, mitra hingga lingkungan pasca tambang.

Sementara dari narasumber yang berhubungan dengan pihak PT Kobatin yang identitasnya tidak ingin disebutkan mengatakan, menurut informasi dari Direktur PT Kobatin aset kapal keruk yang ada di Bemban itu masih ada dan belum diapa-apakan.

Bahkan dia menafik, jika aset itu telah dilelang terlebih sampai terkabar telah ada DP miliaran rupiah yang disebut-sebut dari pengusaha asal Surabaya.

"Betul kata direktur, kapal keruk itu belum diapa-apakan. Mohon nama saya tidak dimuat, saya hanya bantu awak media meneruskan pertanyaan," tutupnya kepada wartawan, Jumat (6/7/2018).(BBR)


Penulis : Andre
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview