Stop Saling 'Bunuh' Antara Tambang, Perikanan dan Pariwisata, BPJ: Kuncinya Konsistensi!

Bangahada
Stop Saling 'Bunuh' Antara Tambang, Perikanan dan Pariwisata, BPJ: Kuncinya Konsistensi!
Anggota Komisi VII DPR RI menggelar buka puasa bersama para pimpinan media Babel, yang juga diiringi diskusi, di Hotel Fox Haris, di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/5/2021). (ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Patijaya menggelar buka puasa bersama para pimpinan media di Bangka Belitung.

Silahturrahmi diiringi diskusi ini digelar di Hotel Fox Haris, di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/5/2021) sore.

Kegiatan ini juga dijadikan ajang silahturrahmi para pimpinan media, yang karena kesibukan masing-masing, para pimpinan media di Babel ini jarang bertemu.

Tidak sekadar berbuka puasa bersama, silahturrahmi ini mendiskusikan beberapa hal, yang terkait dengan aktivitas Bambang Patijaya di Komisi VII DPR RI yang baru dua bulan ini menjadi anggota.

Ikut hadir para pimpinan media tersebut antara lain, Babel Pos, Rakyat Pos, Babel Review, Wow Babel, Bangka Pos, Lensa Babel, Laskar Pelangi dan INews. Hadir juga Ketua PWI Bangka Belitung dan Ketua IJTI Babel.

Di dampingi Sekjen DPD Partai Golkar Babel Edi Iskandar dan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Babel Agus Oce, Ketua DPD Partai Golkar Babel Bambang Patijaya menjelaskan banyak hal terkait aktivitas dirinya sebagai wakil rakyat daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Beliung.

Persoalan tambang timah dan mineral ikutan menjadi bahasan utama diskusi BPJ kali ini, begitu sapaan akrab Bambang Patijaya ini, bersama para pimpinan media Bangka Belitung.

Selain itu ada juga bahasan soal program dan strategi Partai Golkar Bangka Belitung saat ini hingga menuju Pilpres 2024 mendatang.

"DPD Partai Golkar Babel memiliki program strategis. Sebenarnya program ini sudah akan kita mulai bulan Mei ini. Tetapi karena sesuatu dan lain hal, mungkin agak molor sedikit. Kita pengen seluruh anggota dewan kita se Bangka Belitung, yang jumlahnya 30 orang berani tampil menyuarakan aspirasi masyarakat kita," ujar BPJ.

Bambang melihat peran wakil rakyat harus terlihat dan terdistribusi secara baik dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

"Suara dan solusi terkait semua persoalan yang dihadapi masyarakat harus mampu disuarakan oleh para wakil rakyat dari Partai Golkar. Tapi untuk detilnya program ini akan dikelolah oleh ketua kelas kami Pak Heryawandi, Pak Sekjen Iskandar dan Pak Waka Agus Oce," ungkap BPJ.

Diskusi juga melebar ke pesoalan aktivitas tambang dan mineral ikutan, yang selama ini masih menjadi persoalan di tengah masyarakat Bangka Belitung.

Para pimpinan media berharap sebagai Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Patijaya mampu mengawal dan mencarikan solusi persoalan pertambangan dan lingkungan hidup ini ke tingkat pusat.

Menyikapi harapan ini, Bambang berjanji dirinya akan berusaha memaksimalkan perannya di Komisi VII DPR RI.

"PR saya adalah bagaimana turunan peraturan UU Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara tersebut bisa memberikan regulasi yang jelas dan mengatur dari hulu sampai ke hilir persoalan pertambangan ini," jelas BPJ.

Contohnya Zirkon, dikatakan Bambang, persoalan zirkon ini harusnya dituntaskan hingga produk turunannya ke tingkat Perda Provinsi.

Pasalnya, kata Bambag, aturan yang ada saat ini masih belum memberikan ruang yang jelas terhadap pemanfaatan zirkon ini.

Dikatakan Bambang, produk zirkon ini bukan dihasilkan dari aktivitas menambang. Makanya dengan aturan harus memiliki IUP, dirasakan bertentangan dengan fakta bahwa zirkon ini bukan hasil aktivitas tambang utama seperti tambang timah ataupun pasir kuarsa.

Zirkon adalah mineral ikutan dari produk utamanya adalah bijih timah.

"Karena itu, saya akan mendorong ada regulasi yang mengatur soal pemanfaatan zirkon ini, agar masyarakat bisa aman beraktivitas, yang muaranya akan memberikan keamanan juga bagi para eksportir," tukasnya.

Ditanya bagaimana solusi mengatasi persoalan perselihan antara sektor pertambangan, perikanan dan pariwisata yang hingga saat ini masih belum bisa terselesaikan, Bambang hanya memberikan tiga tahapan solusi, yakni sinergitas, komitmen dan konsistensi.

Sebenarnya, kata Bambang, kita sudah memiliki aturan yang mengatur tata ruang di darat dan zonasi di laut.

Jika aturan ini ditegakkan secara komitmen dan konsistensi, rasanya persoalan yang sekarang ini bisa diminimalisir, bahkan dihentikan.

"Yang jelas, potensi SDA baik di atas bumi mapun di dalam perut bumi Bangka Belitung, harus dikelolah secara benar dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat Babel. Dan tidak saling membunuh antara sektor yang satu dengan sektor yang lainnya," ujar BPJ. (BBR)
Laporan: @hada