Strategi Berbisnis Di Tengah Pandemi, Baca Selengkapnya Penjelasan Dekan FE UBB Ini

Ahada
Strategi Berbisnis Di Tengah Pandemi, Baca Selengkapnya Penjelasan Dekan FE UBB Ini
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Dr Reniati. (Ist)

 Strategi Berbisnis

Di Tengah Pandemi

Penulis: Irwan Aulia Rachman

 

Kalau sekarang mungkin masuk new normal atau masa survival, selanjutnya akan menjalani next normal yaitu masuk dalam masa recovery (pemulihan) dan growth (pertumbuhan). Jadi apa yang kita sudah persiapkan hari ini akan menjadi peluru yang akan kita keluarkan di next normal"

Dr Reniati

Dekan FE Universitas Bangka Belitung

______________________________________________

 

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Sampai saat ini penyebaran Covid-19 masih aktif terjadi di Bangka Belitung, terlebih di Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka angka pasien positif terus bertambah.

Namun pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mulai berupaya untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar demi menyelamatkan perekonomian.

Berbagai pertokoan, perkantoran dan pasar pun sudah ramai sebagai tanda mulai berjalannya perekonomian.

Namun bagaimana melihat berlangsungnya aktivitas perekonomian di masa pandemi?

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Dr Reniati mengatakan, jumlah pasien positif yang terus bertambah harus ditelusuri apakah penyebaran Covid-19 bersumber dari luar Bangka Belitung atau dari dalam. 

Melihat laporan Gugus Tugas Covid-19 maka yang perlu diwaspadai penyebaran dari luar Bangka Belitung.

Maka pemerintah harus memperketat keluar masuk orang baik dari pelabuhan maupun bandara, dengan mewajibkan tes kesehatan dan karantina mandiri selama 14 hari. 

“Walaupun tingkat kematian hanya satu orang namun harus tetap kita waspadai penyebarannya karena jumlah pasien terus bertambah,” ujar Reni. 

Mengenai aktivitas perekonomian sudah berjalan di masa pendemi ini, Reni mengatakan, bahwa memang tidak bisa ditolak bahwa ekonomi harus tetap berjalan karena salah satu pertumbuhan ekonomi yaitu consumption (konsumsi) dan setiap orang harus makan (konsumen). 

Penerapan social distancing atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tentu mempengaruhi kondisi perekonomian juga berbagai sektor lainnya.

Namun jika aktivitas ekonomi kembali berjalan maka harus diberlakukan new normal yang dimaknai dengan perubahan pola pikir juga kedisiplinan untuk menerapkan protokol Covid-19.

“Contohnya menggunakan masker, bawa handsanitizer, tisu basah, jaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan dan kalau ketemuan dengan 15 orang lebih sebagiknya online saja. Sayangnya di pasar tradisional itu belum diterapkan sama sekali,” katanya.

Dikatakan Reni, pelaku usaha juga harus mulai terbiasa dengan memanfaatkan digitalisasi, yang terbiasa dengan usual bussines (bisnis biasa) perlu menjadi unusual bussines (bisnis luar biasa) yaitu dengan melakukan bisnis secara online.

Terbukti saat pandemi melanda sektor perdagangan offline menurun tajam, sedangkan online sangat meningkat perkembangannya.

“Jadi terkait strategi promosi, pemasaran dan sistem pembayaran dengan memanfaatkan digitalisasi harus diterapkan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya,” jelasnya.

Reni melihat pelaku....

  • Halaman
  • 1
  • 2