Suatu Saat Suatu Hari Tanpa Nasi

Admin
Suatu Saat Suatu Hari Tanpa Nasi
foto:Vera Vlesia

BABELREVIEW -- SETIAP individu membutuhkan pangan berkualitas untuk hidup sehat, aktif dan produktif. Kualitas konsumsi dipengaruhi oleh keragaman jenis pangan yang dikonsumsi. Untuk itu perlu percepatan pemahaman masyarakat tentang konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA). Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui  Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur melaksanakan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman yang diikuti seluruh kecamatan se-Beltim baru-baru ini.

 Kegiatan dilaksanakan sekaligus mensosialisasikan pentingnya konsumsi pangan B2SA bagi masyarakat. Bupati ingin masyarakat Beltim menyadari potensi dari keberagaman pangan dari lingkungan sekitar yang selama ini belum terjamah. “Diharapkan suatu saat nanti, Pemkab Beltim akan melaksanakan Program One Day No Rice (ODNR) atau satu hari tanpa konsumsi nasi,” ujar Bupati Beltim Yuslih Ihza melalui  Khaidir Lutfi selaku Assiten II Bidang Ekonomi Pembangunan.

Dalam lomba tersebut, Tim PKK Kecamatan Manggar menjuarai lomba tersebut dan berhak mewakili Kabupaten Beltim pada ajang yang sama tingkat Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Tim PKK Manggar menyajikan menu andalannya sup jagung dan singkong abu ungu yang menggugah selera sehingga mereka berhak memperoleh Rp 10 juta. Menu yang dihadirkan oleh Kecamatan Manggar dinilai bahan bakunya mudah ditemui, resepnya praktis, dan memiliki tampilan yang membangkitkan selera. 

Ketua Panitia Pelaksana Lomba, Agustian mengatakan tidak ada beras atau nasi yang digunakan dalam lomba tersebut. Para peserta diwajibkan mengolah makanan yang bersumber dari lingkungan sekitar atau sumberdaya lokal. “Kita ingin sedikit-sedikit memperkenalkan kepada masyarakat Beltim bahwa banyak yang bisa kita konsumsi tanpa harus mengandalkan nasi. Dengan memanfaatkan sumber bahan pangan lainnya, dapat diciptakan berbagai macam menu yang bergizi dan enak dikonsumsi,” kata Agus.

Sementara itu, Bupati Beltim Yuslih Ihza melalui  Khaidir Lutfi selaku Assiten II Bidang Ekonomi Pembangunan menekankan konsumsi pangan yang berkualitas diharapkan dapat mengatasi permasalahan gizi ganda, yaitu kekurangan dan kelebihan gizi yang selama ini terjadi. “Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam verifikasi konsumsi pangan adalah mengubah pola konsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya, serta sumber protein, vitamin dan mineral yang menjadikan kualitas gizi lebih baik,” ucap Khaidir saat membacakan sambutan Bupati. (BBR)


Penulis :Vera Vlesia
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview