Suhu Politik di Basel Semakin Memanas

Kasmirudin
Suhu Politik di Basel Semakin Memanas
Ketua Bawaslu Basel, Sahirin dan Kapolres Basel AKBP Agus Siswanto. (Foto: Andre)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Satu bulan jelang hari pencoblosan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bangka Selatan (Basel) atau tepatnya pada tanggal 9 Desember 2020, situasi politik di Negeri Junjung Besaoh mulai memanas.

Panasnya situasi politik ini mengingat para pasangan calon (Paslon), partai pengusung dan pendukung, tim sukses hingga relawan hanya memiliki waktu hingga tanggal 5 Desember untuk berkampanye. Pada tanggal 6 hingga 8 Desember sudah memasuki masa tenang, yang artinya tidak ada lagi aktivitas kampanye pada tanggal tersebut.

Para tim sukses dan relawan masing-masing calon mulai berkampanye di sejumlah media sosial. Banyak akun-akun baru yang bermunculan di media sosial, khususnya Facebook yang mengkampanyekan paslon yang didukung.

Tak hanya itu, media sosial juga diramaikan dengan unggahan ataupun komentar yang bernada negatif.  Hampir di setiap postingan dari akun resmi pasangan calon atau berita dari pasangan calon, terdapat komentar miring dari sejumlah akun.

Bahkan, baru-baru ini ada tim pemenangan paslon yang melaporkan beberapa akun media sosial yang diduga melanggar UU ITE karena mengandung isu SARA.

Tak hanya di media sosial, banyak aduan dari tim paslon yang mengaku alat peraga kampanye dirusak oleh orang tak dikenal. Sehingga menambah semakin menaikkan tensi suhu politik di Basel.

  • Halaman
  • 1
  • 2