Suka Travelling, Sastria Wijayanti Pilih Jadi Tour Guide

Ahada
Suka Travelling, Sastria Wijayanti Pilih Jadi Tour Guide
Sastria Wijayanti, Tour Guide Bangka Belitung. (Firly/babelreview)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Menjadi seorang Pramuwisata atau pemandu wisata (tour guide) bukan perkara mudah.

Pramuwisata memiliki tanggung jawab cukup besar terhadap wajah wisata suatu tempat atau daerah.

Pramuwisata mempunyai peran strategis bagi pengembangan pariwisata, karena merekalah yang secara langsung bertemu dan melayani para wisatawan. 

Untuk itu Pramuwisata dituntut memiliki skill, sikap, serta kemampuan yang luas, sehingga dapat memberikan penjelasan-penjelasan yang menarik tentang objek-objek pariwisata yang ada kepada wisatawan.

Provinsi Bangka Belitung sebagai salah satu daerah yang terkenal dengan wisatanya tentu memiliki pramuwisata-pramuwisata handal untuk memperkenalkan wisata-wisata yang dilmiliki, salah satunya Sastria Wijayanti.

Wanita kelahiran, Sungailiat 6 Juni 1991 silam ini, merupakan salah satu sosok yang cukup berpengalaman di dunia kepariwisataan, khususnya pramuwisata di Bangka Belitung (Babel).

Beruntungnya Babelreview berkesempatan berbincang dengan perempuan yang akrab disapa Tria ini.

Ia menceritakan awal mula tertarik terjun sebagai pemandu wisata.

Hanya berbekal kecakapan berbicara dan ketertarikan melihat saudaranya yang berprofesi sebagai Pramuwisata yang bisa jalan-jalan keluar negeri, wanita yang memiliki hobby bernyanyi dan jalan-jalan ini pun memutuskan untuk menjadi Pramuwisata.

"Awal saya tertarik itu, saya memiliki kakak sepupu yang kerjanya di travel agent, dia sering jalan-jalan keluar negeri dan ketemu banyak orang bisa tuker pikiran. Jadi bayangan saya, seru juga ya bisa gitu. Jadi waktu SMA tergerak hati mau jadi tour guide, ditambah lagi sudah punya basic ngocehnya," kata Tria kepada Babel Review sembari tertawa.

Dari keinginan itulah, Ia meyakinkan diri untuk menjadi Pramuwisata profesional dan mewujudkan keinginannya untuk bisa jalan-jalan dan bertemu banyak orang.

Diungkapkan Tria, Ia memulai karirnya pada tahun 2011 lalu. Saat itu Ia bekerja di Travel Agent punya kakak sepupunya.

Kebetulan Kakak sepupunya ini mendirikan travel agent sendiri, setelah sebelumnya bekerja di travel agent lain.

"Saat itu saya direkrut sebagai karyawan oleh saudara saya ini. Disitu saya belajar ticketing, check in and out hotel dan menjalin hubungan kemitraan. Disana saya diajarin, belajar basicnya dulu dan bersyukurnya saat itu meski saya bekerja di travel agent milik saudara saya itu, Ia tetap membolehkan saya untuk memandu wisata meski diluar job travel agentnya," ungkap wanita yang kini menjabat sebagai Ketua DPC HPI Bangka.

"Alhamdulillah akhirnya banyak yang kenal, baik itu wisatawan atau travel agent dan bersyukunya tidak ada complain selama ini. Hal ini penting karna yang kita bawa bukan hanya nama pribadi, tapi travel agentnya juga," ujarnya.

Terhitung hingga saat ini...
 
  • Halaman
  • 1
  • 2