Sukses Mengolah Sampah Pasar, Mahasiswa KKN UBB  Batin Tikal Produksi Zat Perangsang

Ahada
Sukses Mengolah Sampah Pasar, Mahasiswa KKN UBB  Batin Tikal Produksi Zat Perangsang
Dua mahasiwa KKN  Tematik UBB Angkatan XV di Kelurahan Batin Tikal sedang mencampurkan ekstrak Lidah Buaya sebagai bahan Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) di Laboratorium Agribisnis UBB.  (Eddy Jajang JA)
Mikro Organisme Lokal(MOL) hasil fermentasi tape (tapai) diperlihatkan oleh dua mahasiswi KKN Tematik UBB di Kelurahan Batin Tikal. (Eddy Jajang JA)
Mikro Organisme Lokal(MOL) hasil fermentasi tape (tapai) diperlihatkan oleh dua mahasiswi KKN Tematik UBB di Kelurahan Batin Tikal. (Eddy Jajang JA)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID --  Setelah sukses membuat  pupuk organik cair (POC)   dari sampah Pasar Pagi Pangkalpinang,  mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Bangka Belitung (KKN UBB)  di Kelurahan Batin Tikal  kembali  sukses membuat  Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) dari  Lidah Buaya (Aloe vera) dan  bio-aktivator mikro organisme lokal (MOL) berbahan  dasar  tapai (tape).

Ketua Kelompok KKN UBB Batin Tikal Eriko menjelaskan sama seperti pembuatan POC, baik  ZPT dari Lidah Buaya maupun  MOL berbahan Tape,  merupakan salah satu dari program kerja (proker) devisi lingkungan KKN Tematik UBB 2020  yang bertemakan ‘Berkreasi dari Rumah untuk Pencegahan dan Edukasi Covid-19”. 

KKN UBB Batin Tikal sendiri memiliki lima devisi dengan 10  proker.

“Seperti halnya pupuk organik cair yang telah kita panen pekan lalu, baik ZPT Lidah Buaya  maupun  MOL Tape, semuanya akan kita bagi-bagikan kepada warga Kelurahan Batin Tikal.  Terutama sekali kepada  kepada ibu-ibu PKK dan  praktisi urban farming,” ujar Eriko,   Ketua Kelompok KKN Tematik UBB Batin Tikal di Laboratorium Agribisnis, Selasa  (28/06/2020) petang.

Menurut Eriko, sebelum membuat ZPT dari Lidah Buaya,  mahasiswa KKN UBB terlebih dahulu membuat bioaktivator atau starter berupa MOL dari bahan  tape. 

Diperlukan waktu lima hari proses fermentasi untuk memanen  biaktivator tersebut.

Selanjutnya bioaktivator itu  mereka manfaatkan  untuk membuat  ZPT Lidah Buaya.

“Melalui MOL tape buatan sendiri,  pembuatan ZPT berbahan Lidah Buaya bisa jauh lebih murah.  Pasalnya, MOL tape  itu berfungsi sama dengan  bioktivator yang biasa dijual di pasaran.  Di sisi lain, cara pembuatannya pun tidaklah  rumit,” ujar  Eriko.

Di tempat terpisah, Brema Sinuaji Devisi Lingkungan KKN Tematik UBB mengemukakan MOL Tape selain berfungsi memecah unsur-unsur  yang terdapat   di bahan organik -- terutama dalam  pembuatan pupuk organik cair (POC) --,  ia juga dapat digunakan sebagai starter dalam  pembuatan pupuk kompos.

Sedangkan ZPT Lidah Buaya --  hasil fermentasi Lidah Buaya, air kelapa dan tetes tebu (molase) --  ,  lanjut Brema mengandung tiga horman penting untuk pertumbuhan tanam. 

Hormon itu adalah  auksin, sitokinin dan giberelin.  

Ani Tyas Kusumaningrum, dari Devisi Lingkungan, menjelaskan fungsi hormon auksin di antaranya mempercepat proses pertumbuhan tanaman dan perkecambahan. 

Mencegah kerontokan buah dan mempercepat proses pemasakan buah.

Sementara fungsi hormon sitokinin yaitu proses pembentukan akar dan cabang akar.  Mengambat  proses penuaan pada tanaman.

“Fungsi hormon giberelin  antara lain  merangsang pembentukan serbuk sari, memperbesar ukuran buah, dan apabila diberikan pada konsentrasi tertentu juga bisa merangsang pembentukan akar,” ujar Ani, mahaswa dari Prodi Biologi. 

Berbeda dari MOl Tape..

  • Halaman
  • 1
  • 2