Sulaiman Merasa Kunjungan Bupati ke PT. BAA Membawa Dampak Positif

Ibnuwasisto
Sulaiman Merasa Kunjungan Bupati ke PT. BAA Membawa Dampak Positif
Manager Humas PT. Bangka Asindo Agri, Sulaiman saat menerima kunjungan Bupati Bangka Mulkan SH MH beserta tim. (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Manager Humas PT. Bangka Asindo Agri mengatakan bahwa pihaknya sangat merasa senang atas kunjungan yang dilakukan Bupati Bangka bersama dengan OPD pada tanggal 13 Februari 2020 yang lalu.

Hal tersebut disampaikannya saat di temui awak media Babel Review di ruang kerjanya, Sabtu (15/2/2020).

"Kedatangan Bupati Bangka dengan timnya sangat banyak memberikan pencerahan dan masukkan buat kita. Mungkin saja ada hal-hal kecil yang terjadi disini dan terlewatkan oleh kita yang pada kesempatan kemarin diingatkan oleh Bupati," terangnya.

Ia menegaskan bahwa dampak kedatangan rombongan Bupati sangat positif bagi perusahaan (PT. BAA red.) Pihaknya tetap akan terus siap untuk menghadapi setiap kondisi yang akan terjadi.

"Dalam menangani limbah ini, kami terus melakukan koordinasi dengan pihak BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka. Jadi kita mengharapkan dengan adanya koordinasi tersebut dapat membuat kondisi semakin kondusif, dan dapat menekan bau limbah dengan lebih maksimal," ujarnya.

Lebih lanjut Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sebagian besar apa yang telah di rekomendasikan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup maupun dari direktur pengendalian pencemaran udara.

"Dan saat ini hanya tinggal hal-hal kecil saja belum di lakukan, kira-kira sekitar 10 persen saja yang masih on progres. Kalau bicara bau, saya rasa sudah mulai kondusif karena secara parameter teknis pun PH air juga sudah baik," jelasnya.

Sulaiman berharap kedepannya perusahaan (PT. BAA red.) dapat membawa dampak positif dalam perekonomian di Kabupaten Bangka. Selain itu, pihaknya juga akan mengembangkan budidaya ternak sapi dan produksi Sago mie.

"Mudah mudahan antara pihak perusahaan dan masih dapat terjalin kemitraan yang baik dalam pemberdayaan bidang ekonomi. Dari pertama saya sudah sampaikan ke masyarakat khususnya warga Kenanga, jika ingin membuat makanan otak-otak, pempek, kemplang ataupun lainnya yang berbahan dasar tepung tapioka atau sagu, kita akan sepenuhnya mendukung. Jika seandainya mereka belum bisa membuat, kami akan datangkan ahlinya," tuturnya.

Menurutnya, bahwa langkah-langkah penyaluran dana CSR dari perusahaan bagi pemberdayaan masyarakat yang benar adalah dengan sistem memberikan kailnya bukan ikannya.

"Yang harus masyarakat pahami adalah untuk investasi di suatu daerah tidaklah mudah. Pemilik perusahaan ini tidak hanya berpikir untuk mengutamakan keuntungan semata tetapi lebih mementingkan dalam membangun daerah. Dan saya juga sudah bicara dengan Lurah Kenanga, jika ada kegiatan positif seperti olahraga maupun keagamaan mohon untuk ditingkatkan, dan perlu saya tegaskan bahwa dengan adanya perusahaan ini harus bisa membawa dampak positif bagi masyarakat," tutup Sulaiman.


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review