Surga Bagi Penikmat Jajanan Pusat Pedagang Kaki Lima Pinggir Jalan

Admin
Surga Bagi Penikmat Jajanan Pusat Pedagang Kaki Lima Pinggir Jalan
FOTO :( FERLY ADITYA )

PANGKALPINANG,BABELREVIEW--Hari sudah menjelang siang ketika Titin (39) mulai menata gerobak dagangannya di daerah Tamansari atau yang sekarang bernama Wilhelmina Park. Matahari yang bersinar garang menjadi penanda bahwa cuaca sepanjang hari itu akan cerah. Paling tidak begitulah doa Titin di dalam hati setiap hari.

Bagi pendatang asal Palembang ini, cuaca cerah mengandung harapan pada rejeki yang lebih.  Karena ketika cuaca cerah maka penikmat es sup buah bikinannya pun akan lebih ramai berdatangan."Konsumen lebih sedikit ketika cuaca dingin,” ujar Titin.

Sudah empat tahun terakhir Titin menjadi pedagang sup buah di bilangan Wilhelmina Park.Setiap hari Titin mampu mendapat  omzet Rp 200-300 ribu. Namun ia juga masih harus membayar Rp retribusi kebersihan sebesar Rp 2 ribu per hari. Hal tersebut tidak menjadi masalah bagi Titin, terlebih apabila ada event keramaian di tempat tersebut.

 “Semakin banyak pengunjung di taman ini maka semakin banyak yang membeli, karena biasa mereka senang bersantai di sekitar taman sambil mengudap es sup buah," kata Titin. Banyak Bermunculan Pedagang-pedagang kaki lima seperti Titin semakin banyak bermunculan di Bangka Belitung, khususnya Pangkalpinang.

 Setiap sore beberapa ruas jalan di ibu kota Provinsi Bangka Belitung ini dipenuhi para pedagang y a n g menggelar dagangannya  di sepanjang trotoar.  Sebut saja di sepanjang Jalan Olahraga, Jalan RRI, Alun-alun Kota Pangkalpinang, Taman Mandara, Kantor Pos Pangkalpinang, Wilhelmina Park, dan bebera ruas jalan lain di P a n g k a l p i n a n g .

 Beberapa ruas jalan tersebut menjelma menjadi pusat pedagang kaki lima pinggir jalan yang menawarkan berbagai macam penganan. Bagi para penikmat jajanan tentu saja

pemandangan ini menjadi surga tersendiri. “Harga jajanan pinggir jalan seperti ini lebih murah,” kata Pratama (21), salah seorang konsumen es sup buah di seputaran Wilhelmina Park kepada Babel Review. Bersama teman-temannya Pratama sering duduk-duduk di taman yang terletak di jantung Kota Pangkalpinang ini.

Suasana serupa juga bisa ditemui di seputaran Taman Mandara Pangkalpinang. Di tempat ini berderet para pedagang kaki lima menjajakan dagangannya, sebagian besar adalah pedagang sosis goreng. Meja kursi sederhana yang terbuat dari kayu juga sengaja disediakan  sebagai tempat bersantai bagi pengunjung yang ingin menyantap  kudapan sembari menikmati pemandangan Kolam Retensi Kacang Pedang.

 "Rata-rata yang jualan disini adalah masyarakat yang tinggal di daerah sini. Awalnya kami berpikir mengapa tidak kami manfaatkan lokasi ini sebagai pasar jajanan dan sebagai penambah penghasilan," ujar  Arga (37), salah seorang  pedagang yang setiap sore mangkal di tempat tersebut.

Baik Arga maupun Titin berharap agar suatu saat tempat mereka setiap hari menjemput rejeki ini dapat dijadikan asset oleh pihakpihak yang berwenang sehingga dapat ditata dan dikelola secara lebih baik lagi. (BBR)


Penulis :VIGEST
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview